banner 728x90

Tanpa Kembang Api, Sampang Pilih Doa dan Imbauan Jauhi Maksiat Sambut Tahun Baru 2026

Ketua MUI Kabupaten Sampang, KH M. Itqan Busiri, mengimbau masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 dengan doa, zikir, dan kegiatan positif, serta menjauhi perayaan hura-hura dan maksiat.(Foto: Poer/MID)

maduraindepth.com – Pergantian tahun 2026 di Kabupaten Sampang akan berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak ada pesta kembang api atau perayaan hura-hura. Pemerintah daerah bersama tokoh agama sepakat mengajak masyarakat menyambut tahun baru dengan doa, refleksi, dan kegiatan bernilai ibadah.

Kebijakan ini sejalan dengan imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meminta seluruh kabupaten/kota meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan doa bersama. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati atas musibah banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, sekaligus upaya mengantisipasi risiko cuaca ekstrem di puncak musim hujan.

Di Sampang, imbauan tersebut diperkuat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang. Ketua Umum MUI Sampang, KH M. Itqan Busiri, menegaskan bahwa malam pergantian tahun sejatinya sama dengan hari libur biasa, sehingga tidak pantas dirayakan secara berlebihan, apalagi dengan aktivitas yang bertentangan dengan nilai agama.

“Dalam rangka menjaga aqidah umat, ketertiban masyarakat, serta menumbuhkan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, MUI Sampang mengeluarkan beberapa poin imbauan,” ujar KH Itqan, Minggu (27/12/2025).

MUI secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak mengisi malam tahun baru dengan kegiatan mubazir dan maksiat. Sejumlah aktivitas dilarang, antara lain konvoi kendaraan bermotor, penggunaan knalpot brong, petasan, pesta kembang api, meniup terompet, pesta minuman keras, serta kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Baca juga:  Pemkab dan NU Bersinergi Salurkan Bantuan dari Satgas Covid-19 PCNU Sampang

Sebagai alternatif, MUI mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan menenangkan, seperti zikir, istighotsah, doa bersama, dan pengajian di masjid, mushola, maupun majelis taklim.

Imbauan ini sejalan dengan pernyataan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi yang sebelumnya menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama, mengingat potensi cuaca ekstrem saat malam pergantian tahun.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan ulama, Sampang diharapkan menjadi contoh daerah yang menyambut tahun baru dengan penuh kesadaran spiritual, kepedulian sosial, serta harapan akan keselamatan dan keberkahan di tahun 2026.(Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *