Stok Garam di Sampang Semakin Menipis, Ini Penyebabnya

Stok garam di sampang
Petambak saat berada di lahan tambak garam di Desa Pangarengan, Sampang. (Foto: Mukrim for MID)

maduraindepth.com – Ketersediaan garam di Kabupaten Sampang, Madura, di tengah cuaca ekstrem semakin menipis. Padahal, kabupaten yang terletak di sisi tengah ini menjadi salah satu daerah penghasil garam rakyat terbanyak di Madura.

Kabid Perikanan dan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sampang, M Mahfud mengaku, saat ini belum memasuki masa produksi. Namun, para petambak garam telah melakukan persiapan menjelang musim kemarau 2023.

Diterangkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah di Jawa Timur telah memasuki musim kemarau pada April 2023. “Untuk wilayah Sampang masih belum, hanya saja petambak garam sudah mulai persiapan, karena cuaca saat ini masih transisi,” ucapnya saat, Kamis (6/4).

Sedangkan, kata dia, untuk target produksi garam di 2023, dimungkinkan akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya Dengan harapan cuaca tetap mendukung.

“Target produksi garam di Sampang sampai akhir 2023 yaitu sebanyak 300 ribu ton,” ungkapnya.

Saat ditanya soal stok garam saat ini, mengingat kebutuhan garam semakin tinggi di tengah cuaca ekstrim, pihaknya menyebut bahwa stok keberadaan garam di Sampang tidak lebih dari 5 ribu ton. “Sampai bulan ini masih belum direkap ulang, tapi sepertinya sudah tidak sampai lima ribu ton, bisa jadi sekarang tidak sampai tiga ribu ton,” tutupnya. (Alim/*)

Baca juga:  Sidang Pembunuhan di Pulau Mandangin, Keluarga Korban Tuntut Terdakwa Divonis Maksimal

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto