Serba-Serbi Pelayaran di Jalur Tanglok, Marhatip: Pernah Kandas Sampai Tiga Hari

ABK berusaha mengeluarkan kapal yang kandas di Jalur Tanglok, Sampang, Senin (22/11). (FOTO: DOK. MI)

maduraindepth.com – Jalur Tanglok merupakah akses utama masyarakat daratan Sampang untuk bisa mencapai Pulau Mandangin dan sebaliknya. Sayangnya, jalur tersebut sering mengalami air surut yang menyulitkan keluar-masuknya kapal nelayan yang membawa penumpang.

Marhatip (48), salah satu pemilik kapal angkut yang biasa melintasi jalur Tanglok menjelaskan, pada bulan Oktober hingga Februari, jalur utama pelayaran Sampang-Mandangin tersebut mengalami surut. Di masa itu, kapal hanya bisa melalui jalur Tanglok di jam-jam tertentu.


”Kalau pagi biasanya dari subuh sampai jam sembilan pagi. Setelah itu sudah surut. Kalau sore sekitar jam dua sampai maghrib. Diluar itu biasanya kapal tidak beroperasi atau jalurnya yang sudah surut,” ungkap warga Dusun Barat, Desa/Pulau Mandangin, Kecamatan Kota, Sampang itu, Selasa (24/11).

Menurut dia, kejadian paling buruk bahkan pernah dialaminya saat kapal miliknya harus menunggu hingga tiga hari di tengah laut karena kandas di jalur Tanglok. Menurut dia, dalam kondisi darurat, para pemilik kapal angkut akan menurunkan penumpang di Pantai Taddan, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang.

”Itu kalau kapalnya dari Mandangin ke Sampang. Tapi kalau dari Sampang ke Mandangin ya terpaksa harus menunggu. Itupun juga turunnya jauh dari daratan, jadi penumpang harus nyemplung ke laut untuk berjalan ke daratan,” jelasnya.

Baca juga:  Safari Ramadhan 2019 di Desa Patapan Torjun, Ini yang Dilakukan Bupati Sampang

Untuk diketahui, Jalur Tanglok sendiri adalah jalur pelayaran yang melintasi pelabuhan tanglok yang berada di muara sungai kali kemuning. Dari pelabuhan Tanglok, normalnya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Pulau Mandangin dengan menggunakan kapal penumpang milik para warga. (AJ/MH)