Sebanyak 10 Pasien Positif Corona di Sampang Sembuh, Ini Pengakuan Sofi

Pasien Sembuh Corona di Sampang
Sekda Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan didampingi tim Satgas Covid-19 menyambut kepulangan pasien yang sembuh dari penularan virus Corona di depan gedung BLK. (Foto: RIF/MH)

maduraindepth.com – Di Kabupaten Sampang terdapat sebanyak 10 orang yang dinyatakan sembuh dan bebas dari Covid-19. Pasien sembuh tersebut terdiri dari berbagai klaster penularan virus Corona.

Dari 10 orang tersebut, empat orang diantaranya sudah sembuh dipulangkan ke rumahnya lebih awal. Sementara enam lainnya baru dipulangkan hari ini dan disambut oleh jajaran Pemkab Sampang.


Penyambutan kepulangan enam pasien tersebut dilakukan di depan Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang, Jum’at (5/6). Diantara penyambutan dilakukan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sampang seperti Sekda Yuliadi Setiawan, Jubir Satgas Covid-19 Djuwardi beserta Plt Kepala Dinkes Agus Mulyadi.

Empat pasien yang dipulangkan lebih awal meliputi pasien ke 9 sampai 11. Yakni inisial B (34), S (36), S (44) dan pasien 01 inisial A asal Kecamatan Sampang Kota.

Sementara enam pasien lainnya meliputi pasien 04 inisial A (21) asal Kecamatan Banyuates klaster penularan dokter Bangkalan, pasien 02 inisial R (25) asal Kecamatan Sampang Kota. Kemudian pasien 05 inisial H (34) asal Pangarengan, pasien 16 inisial U (46) asal Desa Tanjung, pasien 13 inisial H (60) asal Omben dan pasien 35 inisial S asal Kecamatan Sampang Kota.

Sekda Yuliadi Setiawan menyampaikan, pihaknya sengaja melepas kepulangan pasien yang sembuh untuk memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Menurutnya, kepulangan pasien tersebut merupakan anugerah bahwa pasien Covid-19 bukan penyakit aib.

Baca juga:  Realisasikan Program Padat Karya, Bandara Trunojoyo Gandeng Warga

“Tidak perlu mengucilkan pasien maupun keluarganya,” ujarnya.

Baca Juga : Aktivitas Warga di Pasar Kolpajung Tidak Memperhatikan Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi

Dia juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan isu hoax alias berita bohong. Sehingga tidak tergiring kabar negatif yang dapat menimbulkan tekanan batin bagi pasien dan keluarganya.

“Jika ada keluarga atau tetangga yang terpapar Covid-19 maka sudah sebaiknya kita memberikan dukungan moril,” ucapnya.

Wawan sapaan karib Yuliadi Setiawan, berpesan kepada pasien yang sembuh untuk melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari di rumah. Kemudian jiga tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga pola hidup yang baik.

Pengakuan Pasien yang Sembuh dari Covid-19

Sofi, salah satu pasien yang sembuh mengaku sempat mendapat tekanan dari orang terdekatnya ketika divonis terkonfirmasi positif Covid-19. Namun demikian, dia tetap optimis dan mengikuti saran tenaga medis selama menjalani isolasi di BLK.

Sofi juga menjalani SWAB PCR sebanyak dua kali. Setelah hasilnya keluar, dia dinyatakan negatif Covid-19.

“Sangat miris ketika di luar sana masih banyak yang belum bermasker misalnya, kita harap masyarakat bisa mengikuti imbauan pemerintah agar pasien yang terpapar tidak terus bertambah,” ujar perempuan yang masih menempuh pendidikan di luar Madura itu.

Dia juga berterima kasih kepada tenaga medis yang telah merawatnya selama menjalani isolasi dan selalu memberikan motivasi agar terus berjuang untuk sembuh.