Dari Jahe ke Kopi Black Garlic, UMKM Binaan HCML Sampang Menembus Pasar Nasional

UMKM Binaan HCML
Produk UMKM binaan HCML asal Kabupaten Sampang, Madura, menjadi pusat perhatian dalam ajang Lokakarya Media 2026 yang digelar di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Foto: HCML for MID)

YOGYAKARTA, MADURAINDEPTH.com – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) asal Kabupaten Sampang, Madura, turut mencuri perhatian dalam ajang Lokakarya Media 2026 yang digelar di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

Melalui stan pameran yang disiapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), para pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produk unggulan mereka kepada peserta kegiatan dari berbagai daerah.

Sebanyak 14 stan UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut. Produk-produk yang ditampilkan berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Sampang, Sumenep, Gresik, Bojonegoro, dan Cepu.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah GHE-IK Bintang, UMKM binaan HCML yang dikelola Junaidi Hadi. Usaha tersebut menjadi contoh perkembangan pelaku UMKM lokal melalui pendampingan dan penguatan kapasitas produksi.

Junaidi mengungkapkan, pembinaan terhadap usahanya telah berlangsung sejak 2021. Pendampingan yang diterima meliputi pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

“Pembinaan tetap dilakukan SKK Migas, khususnya HCML. Kini kami sudah memasuki pemasaran digital dengan kemasan yang jauh lebih baik. Kami juga mendapat bantuan peralatan produksi dan rumah produksi,” ujar Junaidi.

Produk UMKM binaan HCML
Produk UMKM binaan HCML asal Kabupaten Sampang, Madura. (Foto: HCML for MID)

Produk Berkembang, Pasar Makin Luas
Pada awalnya, GHE-IK Bintang hanya memproduksi minuman berbahan dasar jahe. Seiring berkembangnya usaha, produk yang dihasilkan semakin beragam, termasuk kopi black garlic.

Baca juga:  Pelantikan DPRD Sumenep Diwarnai Demonstrasi, Kritik Kinerja Legislatif

Perluasan jenis produk tersebut menjadi bagian dari upaya UMKM untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

Junaidi mengatakan, dukungan promosi dari SKK Migas dan HCML juga membuka peluang bagi produknya untuk dikenal di luar daerah.

“Kami diajak mempromosikan produk hingga ke Jakarta, dan kini di Yogyakarta. Terima kasih banyak kepada SKK Migas dan HCML,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 UMKM binaan di wilayah Madura. Tiga di antaranya berkesempatan mewakili UMKM binaan dalam Lokakarya Media 2026.

Menurut Hamim, produk UMKM binaan secara bertahap diperkenalkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

“Kami mengirimkan produk mereka ke berbagai even hingga ke Jakarta. Sektor UMKM menjadi fokus utama karena merupakan pendorong nyata peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *