Rumah Tahfidz Meydina Tempat Belajar Al-Qur’an Bagi Anak Yatim dan Dhuafa

Rumah Tahfidz Meydina
Santri Rumah Tahfidz Meydina saat berziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan beberapa waktu lalu. (FOTO: Rumah Tahfidz Meydina for MI)

maduraindepth.com – “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhori). “Siapa yang menghafal Alquran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah SWT akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari”. (HR Hakim).

Hadis Rasulullah SAW di atas menggambarkan betapa istimewanya orang-orang yang mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Namun terkadang bagi anak yatim dan kaum dhuafa ketiadaan orang tua dan keterbatasan biaya menjadi kendala untuk melakukan hal tersebut.


Sebab itulah Rumah Tahfidz Al-Qur’an hadir untuk mengajari, membimbing mereka dalam mempelajari, mengkaji dan menghafal Al-Qur’an. Rumah tahfidz ini didirikan dua tahun lalu di Jalan Rajawali, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pengasuh Rumah Tahfidz Meydina Achmad Zaini menyampaikan lembaga pendidikan ini diperuntukkan bagi anak yatim dan kaum dhuafa untuk belajar Al-Qur’an secara gratis.

“Kami tanggung segala kebutuhan santri, baik asrama, makan, antar jemput santri,” ujar Achmad Zaini kepada maduraindepth.com, Ahad (25/4).

Di Rumah Tahfidz Meydina juga tidak membatasi santri hanya dengan belajar dan menghafal Al-Qur’an saja. Di rumah tahfidz ini juga menyediakan penunjang belajar lainnya seperti bahasa Inggris, Arab dan kegiatan-kegiatan kewirausahaan.

“Ada lembaga SD sampai SMA, santri juga bisa belajar pelajaran lainnya, tak hanya menghafal Al-Quran,” ucapnya.

Baca juga:  Tahun Depan UMK Pamekasan Naik Jadi Rp 2 Juta

Di lembaga pendidikan ini juga menerima santri yang berminat untuk mukim di asrama. Hanya saja saat ini kuotanya masih dibatasi 20 orang saja karena keterbatasan tempat atau asrama.

“Selama memenuhi kuota kita terima,” sambungnya.

Untuk Berbagi dengan Sesama

Achmad Zaini menuturkan, pihaknya menggratiskan biaya pendidikan bagi anak yatim dan kaum dhuafa hanya untuk berbagi antar sesama semata.

“Iya, hanya berbagi saja supaya bisa belajar juga, serta mendapatkan hak dalam mencari pengetahuan,” ujarnya.

Para santri lulusan dari lembaga tersebut, selain menghafal Al-Quran juga dibekali dengan ilmu agama Islam dan usaha. “Kita juga kasih pelatihan usaha, agar setelah terjun ke masyarakat sudah dibekali ilmu usaha/bisnis,” ungkapnya.

Tak hanya itu, para santri setalah lulus dari Rumah Tahfidz Meydina juga bisa berkesempatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, sambil lalu pihaknya akan memberikan pekerjaan bagi para alumni.

“Biar mereka sukses diluar sana, kami akan selalu mendukungnya,” pungkasnya. (Alim/MH)