Rujak Kelang, Makanan Khas Branta Pamekasan yang Diminati Masyarakat Luar

0
570
Pembeli menikmati makanan Rujak Kelang di Desa Branta Kecamatan Tlanakan. Rujak ini dikabarkan sudah mulai dikunjungi masyarakat luar Madura.

maduraindepth.com – Rujak Kelang, makanan khas Desa Branta, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, sudah membuat banyak masyarakat ketagihan. Kuliner daerah ini memiliki rasa yang khas. Tak ayal, jika pembelinya banyak dari luar Madura.

Letak geografis desa di ujung barat Kabupaten Pamekasan ini telah membantu melahirkan masyarakat kreatif dalam mengelola sumber daya alam. Pasalanya, penduduk desa tersebut rata-rata bekerja sebagai buruh nelayan.

Dengan hasil laut yang melimpah, penjual rujak kemudian menambahkan ikan. Rujak yang ditambah ikan itu diberi nama ‘Rujak Kelang’.

Rujak Kelang menampilkan perbedaan yang unik dengan rujak yang biasa tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu membuat masyarakat dari luar daerah penasaran dengan rujak warga pesisir ini.

Sebenarnya Rujak Kelang tidak jauh berbeda seperti rujak biasanya. Hanya saja rujak ini dibumbui ikan laut. Dari itu, selera pembeli semakin bertambah.

Menurut Nuraini penjual Rujak Kelang, istilah nama rujak itu bukan nama yang disebabkan oleh tambahan ikan. Melainkan air ikan yang bercampur dengan rujak. Sehingga menjadi asal muasal munculnya nama rujak. Pengakuannya, Rujak Kelang sudah ada semenjak masih anak-anak.

“Rujak Kelang memiliki perbedaan, ditambah dengan ikan. Akan tetapi bukan ikannya yang membuat nama rujak itu Rujak Kelang, melainkan air ikannya,” papar Nuraini yang sudah berjualan selama 5 tahun itu, Minggu (14/4/2019).

Dia mengakui, penjual Rujak Kelang di Madura sudah lumayan banyak. Akan tetapi pelopor pertama yang penjual Rujak Kelang berasal dari Desa Branta. Bahkan rujak ini menjadi makanan khas daerah. Ketika menyebut Branta, dibenak masyarakat akan timbul makanan Rujak Kelang.

“Yang menjual Rujak Kelang sudah banyak. Tapi Alhamdulillah masih banyak juga membeli di warung saya, Rujak Kelang makanan khas Brenta,” tuturnya pada Maduraindepth saat diwawancarai.

Kendati demikian, Rujak Kelang diminati oleh masyarakat Madura. Bahkan warungnya pernah didatangi oleh beberapa pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Pembeli tidak hanya dari madura tapi juga kadangkala dari Malang, Surabaya, Kediri dan kabupaten-kabupaten yang lain,” jelasnya.

Maduraindepth juga mewawancarai sejumlah pelanggan. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Madura, ada yang baru pertama kali beli dan ada yang sudah berkali-kali.

“Saya sudah datang berkali-kali kesini membeli Rujak Kelang, lagian Rujak Kelang enak sih,” papar Ifa, salah seorang mahasiswa IAIN Madura.

“Saya baru pertama kali ikut beli Rujak Kelang, teman-teman soalnya udah banyak yang kesini dan saya jadi pengen juga gitu,” pungkas Lisa gadis asal Kabupaten Sumenep yang juga satu kampus dengan Ifa. (ek/ns)