Razia Rumah Diduga Tempat Prostitusi di Sampang, MUI: Tidak Ada Apa-apa

Tempat prostitusi sampang
MUI, NU dan Satpol PP saat mengecek tiap ruangan di rumah H. Tolib di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Rabu (5/1) malam. (FOTO: Tangkapan Layar Video)

maduraindepth.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan Satpol PP setempat mengecek sebuah rumah warga di Dusun Rabajateh, Desa Taddan, Kecamatan Camplong. Pengecekan atau patroli dilakukan setelah adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa rumah tersebut menjadi tempat prostitusi di Kota Bahari.

Patroli berlangsung sekitar 1,5 jam, sejak pukul 20:30-22:00 WIB, Rabu (5/1) malam. Saat patroli MUI bersama rombongan ditemui langsung oleh pemilik rumah, H. Tolib.


Ketua MUI Kabupaten Sampang KH. Buchori Maksum menyampaikan, kedatangannya ke rumah H. Tolib guna memastikan adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa rumah tersebut menjadi tempat prostitusi.

“Kami tujuannya untuk tabayun terkait pemberitaan di medsos yang masuk ke kami kemarin yang diberitakan oleh seseorang yang memberitakan bahwa di tempat ini masih aktif, berjalan praktik prostitusi,” terang KH. Buchori, Rabu (5/1) malam.

Pihaknya langsung bergerak cepat lantaran khawatir jika rumah itu betul menjadi tempat prostitusi maka akan meresahkan masyarakat. Terutama para ulama dan kyai di Madura yang notabene memiliki tugas amar ma’ruf nahi munkar.

“Apalagi ada pemberitaan yang masuk ke kami, kenapa MUI tidak bertindak, ada apa? Ada apanya ini menyentuh hati kami, kenapa kok dibilang seperti itu?,” ujarnya.

Saat patroli, MUI bersama rombongan juga mengecek tiap kamar rumah milik H. Tolib. Dari hasil patroli itu, Kyai Buchori mengaku tidak menemukan apapun seperti yang ditulis dalam pemberitaan.

Baca juga:  Listrik Digratiskan 3 Bulan, Ini Respon PLN Cabang Sumenep

“Ternyata tidak ada apa-apa, di situ tidak ada prostitusi,” tuturnya.