Prosesi Sakral Jamasan Keris dan Pusaka Keraton Di Desa Aeng Tong-tong Sumenep

0
127
keraton Sumenep
Prosesi penjamasan keris di Kabupaten Sumenep. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Prosesi jamasan keris leluhur Desa Aeng Tong-tong dan pusaka Keraton Sumenep telah berlangsung. Prosesi sakral itu dilaksanakan di Bhuju’ Agung, Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ahad (8/9/2019).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi. Sementara itu, prosesi penjamasan dilakukan pada delapan keris, diantaranya dua keris Pusaka Keraton Sumenep dan tujuh keris peninggalan leluhur Desa Aeng Tong-tong.

Selain itu, prosesi mencuci dan membersihkan keris pusaka diawali dengan pemukulan gong sebanyak sembilan kali, sebagai tanda ciri khas keris Sumenep.

Dalam sambutannya, Wabup Achmad Fauzi berharap, agar haul dan penjamasan tersebut dapat memberikan rasa aman, tentram, dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumenep.

“Haul ini merupakan tradisi kita dalam melestarikan budaya agung yang ada di Kabupaten Sumenep, sehingga budaya agung yang sudah ada dapat kita lestarikan bersama-sama,” tuturnya, Ahad (8/9).

Sakral, sebelum penjamasan keris dilaksanakan, terlebih dahulu baca tahlil dan do’a. (Foto: MR/MI)

Pada acara yang dikemas dengan pembacaan do’a tahlil itu juga, Fauzi berharap generasi muda dapat memberikan kecintaan terhadap jasa para pendahulu yang telah memberikan warisan yang berharga berupa warisan keris.

Tak lupa, proses penjamasan keris pusaka diawali dengan penjamasan dua keris pusaka Keraton Sumenep. Selanjutnya, para Empu Sepuh di Desa Aeng Tong-Tong menjamas enam keris warisan leluhur mereka.

Sekedar diketahui, diantara enam pusaka warisan leluhur Desa Aeng Tong-Tong yakni keris pusaka se Manis, se Jimat Pamangkang, se Kombang, se Baceng, se Lendhu Sagara, serta keris pusaka se Kembang Sare.

Setelah dijamas, dua keris pusaka Keraton Sumenep direncanakan akan dikembalikan kepada ahli waris. Dua keris pusaka itu akan dikirab dari Desa Aeng Tong-tong menuju Keraton Sumenep, pada Senin (9/9/2019) besok. (MR/AJ)