Pesan Camat Nonggunong Soal Eksplorasi Minyak di Sapudi

SKK Migas-HCML Diharap Terus Bermitra

Camat Nonggunong Sumenep Mohammad Rais Yusuf.

maduraindepth.com – Hadirnya pejabat SKK Migas, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di acara safari ramadhan di Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi Sumenep, menjadi penilaian plus bagi masyarakat kepulauan. Pejabat mulai dari tingkat desa hingga kecamatan berharap HCML terus memberi peluang dalam bermitra.

Camat Nonggunong Mohammad Rais Yusuf menyampaikan, masyarakat di wilayah kerjanya tidak terusik dengan rencana HCML yang sebebtar lagi bakal mengeksplorasi minyak. Artinya, HCML memberi pelayanan yang baik hingga mendudukkan masyarakat kepulauan.


Dari itu, kata dia, pelayanan HCML terhadap masyarakat setempat semoga terus dipelihara. Hal tersebut tidak untuk dirinya, namun pada umumnya untuk masyarakat kepulauan.

Yusuf menjelaskan, eksekusi pengeboran minyak memang belum digelar, namun masyarakat mulai mengerti, jika kawasannya bakal dieksploitasi. Tentu dibenaknya juga membaca efek dan dampak.

Baca juga: Masyarakat Kepulauan Kompak Hadiri Safari Ramadhan SKK Migas-HCML

“Mitra HCML dengan masyarakat sudah dibangun dari awal,” kata Rais Yusuf saat ditemui Maduraindepth usai acara safari, Selasa (21/5).

Dia mengapresiasi sudah mencuri stand sejak awal. Artinya HCML tidak hanya berkepentingan di momen tertentu, namun mitra kerjanya dengan masyarakat terjaga dengan baik.

Ketika bermitra saling menjaga hubungan, di dalamnya akan lahir kepercayaan. HCML yang hendak ingin mengeksploitasi minyak, masyarakat sudah memahaminya. Sehingga konflik dipastikan tidak akan bakal terjadi. “Walau ada, mungkin bisa diminimalisir,” kata Yusuf.

Baca juga:  Ini Bocoran Isi Raperda Desa Wisata, DPRD Jatim Target Rampungkan Pembahasan Sebelum Tutup Tahun 2020

HCML pekan dalam waktu dekat akan melakukan eksplorasi minyak dan gas (migas) di sekitar perairan Pulau Sapudi. Untuk menggali cadangan migas di selat  Madura, HCML tidak hanya melakukan pengeboran di sekitar perairan Pulau Sapudi, namun di Pulau Mandangin Sampang juga begitu. (NR/MI)