Pertemuan Slamet Junaidi dan Mahfud MD: Bahas Mega Proyek di Sampang

Slamet Junaidi Bertemu Mahfud MD
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat Menkopolhukam Mahfud MD dan Kementerian PUPR RI. (Istimewa)

maduraindepth.com – Bupati Sampang Slamet Junaidi menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, di Jakarta, Senin (15/3). Dalam pertemuan itu, Haji Idi membahas tentang progres pembangunan di Kota Bahari.

Pertama tentang pembangunan upaya meminimalisir terjadinya bencana banjir di Kabupaten Sampang. Kedua tentang percepatan pembangunan jalur transportasi lintas selatan pulau yang juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI).


“Ada dua hal yang kami bicarakan, yakni tentang pembangunan floodway dan lintas selatan,” ucap Bupati Slamet Junaidi.

Orang nomor satu di Kabupaten Sampang itu menyampaikan, untuk meminimalisir terjadinya banjir harus dilakukan dengan dua cara. Yakni melalui pembangunan sodetan dan floodway. Dimana dua cara ini dianggap efektif dalam menangani persoalan bencana banjir di Kota Bahari.

Tidak kalah pentingnya, pembangunan transportasi lintas selatan juga harus dilakukan pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Pengarengan (Srepang). “Mengingat intensitas kendaraan di Pulau Madura yang memerlukan perluasan jalur, sehingga lintas selatan menjadi salah satu opsi yang kini mulai digarap di Kabupaten Sampang,” tandasnya.

Minta Dukungan Tokoh Madura di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

Untuk mensukseskan pembangunan infrastruktur tersebut, Haji Idi meminta dukungan kepada salah satu tokoh Madura, Menkopolhukam Mahfud MD. Dimana mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kini berada dalam lingkaran kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin.

Baca juga:  Ziarah ke Makam Rato Ebu, Slamet Junaidi: Kita Bangun Kejayaan Sampang

Menurutnya, Mahfud MD selain tokoh Madura dan Nasional, ia juga memiliki keinginan yang sama untuk kemajuan Pulau Madura dari berbagai aspek pembangunan.

Di sisi lain, percepatan pembangunan di Kabupaten Sampang tidak lepas dari amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa timur. Sehingga berbagai sektor pendukung juga perlu mendapatkan perhatian, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana transportasi lintas kabupaten di Madura.

“Pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Srepang terus berlangsung dan bisa dianggap layak untuk persiapan pembangunan fisik jembatan, begitu juga dengan pembangunan floodway yang kami proyeksikan juga akan segera terealisasi,” ujarnya.

Kata Haji Idi, untuk pembangunan dua infrastruktur tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Bahkan sekitar Rp 3 triliun untuk suksesi mega proyek ini, maka kami juga memerlukan dukungan dari tokoh Madura yang ada di ibu kota,” sambungnya.

Haji Idi mengaku sangat mengapresiasi Mahfud MD yang langsung memberikan memberikan respon positif dalam pertemuan tersebut. Bahkan beberapa hari ini pihaknya mengaku akan menemui beberapa pihak terkait agar pembangunan mega proyek pembangunan di Kota Bahari bisa segera terealisasi.

“Agenda pertemuan lainnya, termasuk dengan pihak Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya,” pungkasnya. (RIF/MH)