Peringati Hari Pahlawan, Pemuda Sumenep Dituntut Kerja Nyata

0
21
Prosesi upacara peringati hari pahlawan 10 Nevomber 2019 di lapangan Gor A. Yani Sumenep. (MR/MI)

maduraindepth.com – Bupati Sumenep A. Busyro Karim, mengharapkan anak muda di kotanya bisa membangkitkan semangat berinovasi dan kerja nyata untuk menjadi pahlawan masa kini.

Dulu para pahlawan bangsa, kata Busyro, menunjukkan semangat kepahlawanannya melalui pengorbanan tenaga, harta, bahkan nyawa. Namun saat ini masyarakat untuk menjadi pahlawan, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan guna memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Siapapun warga negara Indonesia bisa menjadi pahlawan masa kini, melalui inovasi dan kreasinya dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun daerah untuk menuju Indonesia maju,” kata Busyro, saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke 74 tahun 2019 di GOR A. Yani, Ahad (10/11).

Dia menyatakan, inovasi dengan aksi nyata untuk mengisi pembangunan itu, harus memperkuat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Idonesia (NKRI), sebagai bentuk menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, karena mereka membangun bangsa ini dengan tetesan darah, air mata, jiwa dan raganya

“Isi pembangunan dengan berbagai aktivitas yang menyuburkan rasa nasionalisme, sehingga tidak melakukan provokasi, tidak menyebarkan berita hoax dan tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain,” ujar Bupati dua periode ini.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 yang digelar Pemkab Sumenep itu, Kapten Inf. Sarkun Danramil, kota Sumenep, bertindak sebagai Komandan Upacara.

Hadir pula di upacara itu, Wakil Bupati (Wabup) Achmad Fauzi, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sedangkan peserta upacara di antaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sumenep, pelajar, Pramuka, Kodim 0827 Sumenep dan Polres Sumenep.

Pemerintah Daerah berharap seluruh elemen masyarakat jangan membiarkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa, agar negeri ini tidak terkoyak dan tercerai berai.

“Jangan sampai inovasinya adalah bentuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Namun, ciptakan inovasi dengan wujud yang positif untuk keutuhan NKRI agar bermanfaat bagi pembangunan negeri menuju Indonesia maju,” pungkasnya politisi PKB ini. (MR/AJ)