Perempuan Tanpa Identitas Meninggal Dunia di Terminal Sampang, Begini Kronologinya

0
304
Perempuan Meninggal di Terminal Sampang
Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia Di Terminal Sampang

maduraindepth.com – Warga Sampang kota geger. Pasalnya seorang perempuan tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di depan pintu masuk Terminal Sampang. Tepatnya di depan Toko Putra Jaya, Jl. Teuku Umar, Kelurahan Gunung Sekar.

Perempuan yang diperkiran berusia 45 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia dengan posisi tubuh tengkurap di atas lincak pada Kamis (5/9/2019) pukul 15.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh mayat perempuan itu sudah dikerubuni semut dan keadaan mulut terbuka.

Tak ada bekas luka di tubuh mayat perempuan tersebut. Diduga, ia meninggal dunia karena kelelahan.

Berdasarkan keterangan Pak Eko, pemilik Toko Putra Jaya, perempuan tersebut sejak pukul 08.00 WIB tadi pagi sudah ada di depan toko miliknya. Ia turun dari bus PO Haryanto dengan membawa perlengkapan pakaian.

“Dia kemudian langsung duduk di atas lincak yang ada di depan Toko Putra Jaya,” jelas Pak Eko, Kamis (5/9).

Beberapa jam kemudian, datanglah tukang becak duduk bersama perempuan tersebut. Tukang becak yang juga tidak diketahui identitasnya itu sempat memijat korban.

“Perempuan itu sempat minta pijat sama tukang becak,” ucapnya.

Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB Eko melihat perempuan tersebut tidak bergerak. Eko menduga perempuan tersebut sedang istirahat karena kelelahan.

Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, perempuan itu ditemukam sudah meninggal dunia oleh tukang becak yang sedang mangkal di sekitar terminal. Melihat kejadian itu, Eko meminta warga sekitar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota dan Polres Sampang.

Kasubag Humas Polres Sampang Aipda Yoyok YP membenarkan peristiwa penemuan mayat perempuan tersebut.

“Iya betul, mayat perempuan itu tidak diketahui identitasnya,” ucap Yoyok kepada maduraindepth.com, Kamis (5/9).

Dijelaskan Yoyok, diduga perempuan tersebut meninggal dunia karena kelelahan. Saat ini, mayat perempuan tersebut dibawa ke RSUD dr. Muhammad Zyn untuk dilakukan visum.

“Saat ini masih penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (MH/AW)