Pengrajin Kecewa Lantaran Gebyar Batik Pamekasan Digelar di Semarang

Pengrajin Batik Pamekasan Kecewa
Corak batik Pamekasan. (FOTO: RUK/MH)

maduraindepth.com – Pengusaha batik lokal sesalkan Gebyar Batik Pamekasan 2020 yang diselenggarakan di Hotel Melva Balemong, Semarang, pada Ahad (6/12) lalu. Sebab digelarnya acara ini tidak menguntungkan terhadap pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan.

Padalaal anggran Gebyar Batik di Semarang tersebut menelan anggaran yang diambil dari APBDP 2020, senilai Rp 194.477.400 dengan nilai HPS paket Rp 185.926.950.


Pengusaha batik KaDe, Abdus menyesalkan karena Gebyar Batik tidak dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan malah digelar di Semarang.

“Seharusnya Gebyar Batik tersebut dilaksanakan di Pamekasan biar menguntungkan kepada pengusaha batik di Pamekasan. Kalau ditaruh di Pamekasan maka orang luar akan beli batik di Pamekasan dan uang akan berputar di Pamekasan,” ucap Abdus, Rabu (9/12).

Menurutnya, batik tulis Pamekasan, Madura merupakan batik dengan motif yang unik dan melegenda. Keunikannya itu, terletak pada warna, yang sebagian besar berwarna merah terang dalam motif bunga atau daun. Warna klasik ini telah menjadi tren warna Batik Tulis Pamekasan.

Dalam perkembangannya, batik tulis Pamekasan sebagian sudah mulai mengikuti tren pasar. Sehingga sebagian sudah mengarah ke motif kontemporer.

Sementara, harga yang dijual di gebyar batik di Pamekasan hanya dijual Rp 150 ribu seperti yang dijual pasar 17 Agustus. Seharusnya batik yang diikutkan gebyar batik itu dibandrol dengan harga Rp 200 ribu.

Baca juga:  Peringati HUT RI ke-76, DPRD Pamekasan Simak Pidato Presiden

“Kecewanya lagi para pengusaha batik yang diikut sertakan di acara gebyar batik Pamekasan 2020 ini ditempatkan diberi stand di luar ballroom. Sedangkan dari oknum buka stand di dalam ballroom dengan harga murah,” sesalnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah Kabupaten Pamekasan kalau ada Gebyar Batik untuk tidak ditempatkan diluar Pamekasan. Akan tetapi dilaksanakan dk Pamekasan sendiri.

“Selebihnya, kalau dilaksanakan di Pamekasan Gebyar Batik diharapkan semua pengusaha untuk dilibatkan agar semua batik di Pamekasan diekenal hingga manca negara,” harapnya.

Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifuddin menjelaskan, memilih lokasi di Semarang dianggap tepat pemasarannya untuk mempromosikan batik. Dikarenakan selama ini daya pembeli dari luar daerah sangat minim.

“Kalau diletakkan di Pamekasan lalu siapa yang mau membeli batik. Sementara di Pamekasan banyak penjualnya. Jadi kami harus datang ke sana dan mempromosikannya di sana,” jelasnya.

Achmad Sjaifuddin, juga membandingkan soal wilayah dan kapasitas promosi yang digunakan untuk acara tersebut dengan kapasitas regional dan internasional. Katanya, acara tersebut dapat terjangkau hingga terbaca dan mudah dikenal orang banyak di kancah internasional.

“Kalau soal berapa pers