Pemkab Pamekasan Akan Mereloksi PKL di Wilayah Kota

35
PKL Pamekasan
Pedagan kaki lima di Jalan Balai Kambang Pamekasan. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan menata pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan di wilayah kota. Penataan ini bertujuan agar tatanan kota terlihat indah dan rapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Abdul Fata menyampaikan, pemerintah berencana akan merelokasi PKL ke dalam satu kawasan. Dalam hal ini pemerintah menggandeng swasta dalam pemanfaatan lahan milik Yayasan Dharma Siswa di Jalan Dirgahayu.


“PKL itu nanti ditarik ke dalam, di Jalan Dirgahayu itu nanti PKL tidak ada semua. Tahun ini pengosongan dulu, apakah nanti pengosongan dengan pembangunannya, semuanya tergantung dengan ketersediaan anggaran,” katanya, Sabtu (27/3).

Menurutnya, relokasi PKL di sepanjang Jalan Dirgahayu guna meningkatkan daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke tempat tersebut dengan target akhir terjadi perputaran ekonomi yang lebih cepat. Tidak hanya soal ekonomi, tapi di sepanjang jalan tersebut akan bersih.

“Yang jelas pak bupati menginginkan terlaksana juga (tahun ini). Tujuannya untuk menertibkan PKL biar bersih, ini program prioritas bupati juga pemberdayaan ekonomi melalui PKL,” tandasnya.

Dikatakan, relokasi PKL ke tempat yang lebih strategis itu merupakan komitmen Bupati Baddrut Tamam dalam memberdayakan masyarakat melalui lima program prioritasnya yang salah satunya adalah ekonomi.

Baca juga:  Hari Santri Nasional, Ubaidillah: Santri Harus Menjaga NKRI dari Ancaman Ideologi Transnasional

“Itu bentuk nyata bahwa pak bupati memberikan perhatian serius kepada pemberdayaan UKM melalui PKL, tidak mungkin pak bupati menyediakan anggaran cukup besar kalau tidak punya perhatian serius,” tegasnya.

Pihaknya juga akan merelokasi PKL di Jalan Jokotole, Jalan Kesehatan dan sejumlah ruas jalan lainnya ke eks lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jalan Kesehatan. Relokasi itu dilakukan setelah fasilitas di lahan tersebut rampung.

“Tahun ini pembangunan atap dan fasilitas lain, seperti toilet, kamar mandi, dan lain-lain,” terangnya. (RUK/MH)