Pelaku Penipuan 8 Miliar Oknum BRI Cabang Pamekasan dalam Kejaran Polisi

Kantor Bank BRI Pamekasan dijaga polisi. (FOTO: RUK/MI)

maduraindepth.com – Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo mengaku masih melacak oknum karyawan BRI yang melakukan penipuan uang senilai Rp 8 miliar, Sabtu (14/11).

AKP Adhi Putranto Utomo menjelaskan, oknum karyawan BRI yang melakukan penipuan saat ini tidak ada di rumahnya.


“Tersangka sudah ada tapi orangnya belum ada. Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya saat diwawancarai melalui sambungan seluler.

AKP Adhi mengungkapkan bahwa saat ini pelaku sedang dalam pencarian. Sampai saat ini pelaku belum ketangkap.

“Korban yang melaporkan pelaku mulai Oktober 2020. Saat ini pihak polres masih melakukan penyelidikan atau pencarian,” imbuhnya.

Langkah-langkah yang sudah dilakukan, kata dia, pihak Polres Pamekasan sudah memeriksa korban dan istri pelaku oknum karyawan BRI.

“Saksi-saksi sudah diperiksa seperti istri pelaku dan korban. Serta pelaku tidak ada di rumahnya kalau sudah ada, pasti sudah ditangkap,” jelasnya.

Sebelumnya, juru bicara dari pihak korban, Fahmi mengatakan bahwa modus dari pelaku yang diketahui bernama Muhammad Lukman Anizar ini menawarkan program bagi hasil.

Guna memuluskan niatnya, lanjut Fahmi, pelaku memberikan bonus sejak awal penyerahan dana. Bonus itu berupa barang elektronik dan bahkan berupa sepeda motor tergantung jumlah dana yang disetorkan.

Sementara sudah sekitar 18 orang yang menjadi korban penipuan oleh pihak oknum karyawan BRI Cabang Pamekasan dengan total uang sebanyak Rp 8 miliar.

Baca juga:  Korban Penipuan Uang Senilai 8 Miliar Blokade Bank BRI Cabang Pamekasan

“Pelaku ini melakukan tipu daya terhadap para korban, dengan membawa embel-embel BRI dan melakukan tipu daya dengan keyakinan, dengan gambar-gambar, dengan produk-produk yang dia skemakan sendiri mengatasnamakan BRI,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, misal kalau menaruh uang Rp 50 juta dapat keuntungan dalam 15 hari kurang lebih Rp 13-15 juta. Kemudian simpanan berhadiah langsung Rp 50 juta dapat handphone lelang kendaraan dengan harga murah.

“Karena pelaku ini pintar sekali cara meyakinkan korban. Karena ketika korban mau menarik modalnya itu selalu dijanjikan hadiah lebih besar dengan tambahan investasi yang cukup besar dan tidak menyurutkan dari produk-produk yang lama,” tambah Fahmi. (RUK/MH)