Pasar Sore di Sampang Terisolir, Genangan Air Ganggu Pedagang

Pasar
Situasi Pasar Sore Degedeg, Sabtu (19/12). (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Akibat air mengenangi areal pasar Degedeg yang berlokasi di Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, membuat aktivitas pedagang di pasar sore tersebut mengalami kemacetan. Hal itu dikarenakan akses jalan menuju pasar digenangi air dengan ketinggian sekitar 20-30 senti meter, Sabtu (19/12) sore.

Pantauan maduraindepth.com di lokasi, hanya terdapat beberapa pedagang yang masih nekat berjualan. Sehingga pasar sore yang berdekatan dengan taman wiyata tersebut tidak seperti biasanya.


Ach. Subair (43), warga Jalan Suhadak Kelurahan Dalpenang, Kecamatan kota Sampang, Madura mengatakan dirinya tidak berjualan lantaran saat ini terjadi banjir. Sehingga dirinya lebih memilih menjaga rumahnya yang berdekatan dengan lokasi pasar.

“Mau jualan bagaimana sekarang banjir, di rumah juga banjir, pastinya pengunjung pasar sepi,” katanya. “Saya juga sedang bongkar perabotan rumah, khawatir air akan membesar,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Anang Junaidi mengatakan, ada beberapa genangan air yang sudah memasuki Kota Bahari. Saat ini sudah merambah ke beberapa rumah penduduk dan ruas-ruas jalan raya.

“Kecamatan kota empat desa dan empat kelurahan,” katanya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya telah membuat beberapa langkah yang dilakukan, diantaranya:

  1. Pokso terpadu di Pendopo Trunojoyo Sampang yang masih disiagakan bersama TNI/ Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan PMI
  2. Menyiapkan kembali untuk mendirikan 2 (dua) Sub Posko Terpadu yang berlokasi di Monumen, Jembatan Sar pao (depan toko Laris).
  3. Menyiapkan Sarpras seperti pelampung, tali, perahu karet dan tabung oksigen serta kendaraan bermotor roda empat.
  4. Koordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyiapkan Dapur Umum (DU).
Baca juga:  Telan Rp 4 M, Mahasiswa Pamekasan Sorot Pengadaan Tandon Covid-19
Baca Juga:

“Aparat gabungan masih melakukan pemantauan ketinggian air di jalan raya dan rumah warga, apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk melakukan evakuasi warga,” tandasnya.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sampang dan UPT SDA Provinsi Jatim untuk menyiapkan Pompa air untuk operasional apabila sewaktu-waktu air mulai tinggi.

“Arus air menuju hilir berjalan lambat, sehingga banjir juga surut secara perlahan, dan arus lalu lintas dari Surabaya ke Sumenep bahkan sebaliknya dialihkan melewati Jalan Makbul,” pungkasnya. (RIF/MH)