Merasa Dirugikan Hoax Virus Corona, Laili Somasi RSUD dan Dinkes Sampang

Somasi RSUD Dinkes Sampang
Laili Nadhifatul Fikriya (kerudung hitam) didampingi kuasa hukumnya, Lukman Hakim (tengah). (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Merasa dirinya dirugikan atas tersebarnya berita hoax RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang menerima pasien virus corona, Laili Nadhifatul Fikriya akan melayangkan somasi. Somasi tersebut ditujukan kepada pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Sampang.

Mahasiswi S2 di International Relations Shandong Univeristy tersebut menanggapi serius beredarnya berita hoax tersebut. Menurutnya, kabar bohong yang meresahkan masyarakat tersebut telah merugikan dirinya.


“Dari isu tersebut, terus terang saya merasa dirugikan karena saya sedang berada di rumah. Gak pernah sama sekali masuk rumah sakit,” ucapnya.

Akibat isu tersebut, akan menimbulkan asumsi masyarakat yang mengarah kepada dirinya bahwa dia tejangkit virus corona. Apalagi kabar bohong tersebut keluar dari percakapan grup WhatsApp Farmasi RSUD Mohammad Zyn Sampang.

“Orang-orang rumah sakit kan harusnya lebih tahu dari saya. Jangan sedikit-sedikit orang sakit dilabeli terjangkit virus corona. Apalagi dari chat yang saya dapat, mereka seolah-olah tahu dan langsung nunjuk kalau orang tersebut dari Omben dan kuliah di China,” ujarnya.

Menurutnya, kabar bohong tersebut merugikan dirinya. “Semoga kedepannya oknum-oknum tersebut bisa bertindak lebih bijak,” tukasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Laili, Lukman Hakim membenarkan jika kliennya akan melakukan somasi terhadap RSUD dr. Mohammad Zyn dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

“Kami akan melakukan somasi pihak RSUD dr. Mohammad Zyn dan Dinkes Sampang terkait isu penyebaran virus corona yang mana pasien yang beredar dari percakapan grup WhatsApp Farmasi RSUD Sampang, yang mana dalam percakapan tersebut sempat menyebutkan asal korban dari Omben. Sehingga klien kami Lalili Fikriya merasa dirugikan dengan isu hoax dalam percakapan tersebut,” ujarnya. (RIF/MH)