Menparekraf Sandiaga Uno: Madura Berpotensi Jadi Wisata Halal dan Kesehatan Terbaik

maduraindepth.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menilai Pulau Madura sangat berpotensi menjadi wisata halal. Sebab itu ia menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Madura Raya, bertempat di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan pada Jumat (1/4).

Di hadapan para kiai dan ulama yang tergabung dalam Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra), Sandiaga Uno membahas tentang destinasi wisata, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi di Madura masyarakatnya dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religius.


“Kami hadir di Pondok Pesantren Al-Amien ini sebagai landasan daripada pengembangan wisata halal, karena pariwisata halal ini kalau kita lihat yang paling berpotensi ya di Madura, pasarnya sudah ada,” ujar Sandi Uno didampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Sandi mengungkapkan, setiap tahun ada sebanyak 11 miliar USD yang dihabiskan oleh dua juta masyarakat Indonesia kerena berwisata religi di luar negeri. “Jadi ini yang kami harapkan akan berwisata di Madura,” tuturnya.

Selain wisata halal di Madura, Sandi juga memberi atensi khusus terkait pengembangan wisata kesehatan di Gili Iyang. Destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Sumenep itu diketahui memiliki kandungan oksigen tertinggi kedua setelah laut mati Yordania.

Tonton Video

Sebab itu pihaknya akan memaksimalkan akses transportasi udara dan pembangunan homestay di pulau Gili Iyang. Tujuannya wisatawan merasa nyaman dan pintu investasi terbuka lebar.

Baca juga:  Dinyatakan Sembuh, Pasien Covid-19 Asal Blega Dipulangkan

“Percepatan pembangunan di pulau Gili Iyang yang diperuntukan sebagai wisata kesehatan sangat menjanjikan, semoga secepat mungkin,” tandasnya.

Sementara Bupati Achmad Fauzi mengapresiasi inisiatif yang dicetuskan Kemenparekraf Sandiaga Uno. Menurutnya, Pulau Gili Iyang merupakan destinasi yang sangat layak dijadikan jujukan wisata kesehatan dan kontemplasi di Indonesia.

“Semoga secepat mungkin rencana dari Pak Menparekraf tersebut, karena pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pelaku wisata saat ini,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here