Mencicipi Saop, Kuliner Legendaris Pulau Mandangin

"Saop". (Foto : Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Kalau bicara Pulau Mandangin hal pertama yang selalu terbesit dipikiran kita adalah pantai Candin, pantai Pasir Putih, spot selfie di Dermaga,  keindahan bawah laut dan Makam Bangsacarah yang masih menjadi primadona penduduk lokal dan pendatang. Namun, siapa sangka, di Pulau yang letaknya di selatan Kota Sampang ini terdapat kuliner legendaris yang sangat terkenal, penduduk setempat menyebutnya ‘Saop’.

Makanan sederhana ini sampai sekarang masih menjadi primadona para pecinta kuliner dari mulai kalangan muda, remaja sampai tua.


Untuk bisa mencicipi Saop, kita tidak perlu repot mencarinya. Makanan legendaris ini selalu tersedia di pedagang kaki lima yang  menjajakannya di pinggir jalan raya Pulau Mandangin. Biasanya Saop ini dijual saat pagi hari jam 06.00 wib, karena dianggap cocok untuk dibuat sarapan pagi.

Banyak sekali pengunjung yang rela mengantri demi mendapatkan satu porsi sajian Saop yang enak dan manis ini. Bukan hanya warga lokal, pendatang yang baru menginjakkan kakinya di Pulau Mandangin pun juga tertarik mencoba mencicipi manisnya kuliner yang satu ini.

Saop terbuat dari singkong dipadu dengan gula merah dan dikasih parutan kelapa untuk menambah rasa manis dan harum khasnya. Saop ini juga bisa dicampur dengan ketan untuk menambah kelezatan rasanya.

Cara Membuat Saop

Untuk proses pembuatannya, singkong diparut terlebih dahulu, setelah itu dicampur gula merah yang sudah dicincang kasar. Kemudian dikasih gula pasir tiga sendok makan dan garam secukupnya lalu diaduk sampai rata semua bahan yg sudah tercampur, baru setelah itu dikukus sampai matang.

Baca juga:  Miliki Cita Rasa Khas, Rujak Bubur Jadi Buruan Warga Pamekasan

Setalah matang langsung dituangkan ke wadah berukuran agak lebar yang sudah diberi alas plastik atau daun pisang, lalu dikeringkan sebentar. Setelah itu untuk bisa menikmati kelezatannya kita potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian ditaburi parutan kelapa yang sudah dicampur dengan daun pandan guna menambah aroma harum Saop.

Nah, resep unik dan berbeda inilah yang menciptakan rasa khas Saop. Jadi, tidak heran jika Saop ini disebut-sebut sebagai salah satu kuliner legendaris Pulau Mandangin.

Satu porsi Saop, biasanya berjumlah lima potongan lengkap dengan parutan kelapa segar diatasnya dan dibungkus dengan daun jati atau daun pisang. Untuk harganya sangat murah, satu porsi Saop dibandrol hanya Rp 2 ribu.

Bagaimana, menarik sekali bukan? Jangan lupa mencicipi “Saop” ini ya, jika anda sedang menikmati liburan di Pulau tempat tinggalnya Bangsacara dan Ragapadmi ini. (Alim/AW)