banner auto

Melanggar, Ratusan PKL di Bangkalan Gunakan Bahu Jalan dan Trotoar untuk Berjualan

melanggar PKL bangkalan
Sejumlah PKL berjualan di area Stadion Gelora Bangkalan, Kamis (2/3). (Foto: Romi/MID)

madurainpeth.com – Banyak pedagang kaki lima (PKL) di Bangkalan berjualan di trotoar dan bahu jalan. Namun, sampai saat ini pelanggaran itu tidak mendapat tindakan tegas dari pihak berwenang.

Kabid Ketertiban Masyarakat dan Umum (Trantibum) Satpol PP Bangkalan, Nakib menyampaikan, terdapat sekitar 180 PKL yang melanggar aturan dengan berjualan di trotoar dan bahu jalan. Mulai dari jalan di depan Stadion Gelora Bangkalan hingga di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh.

“Semua itu sudah ada yang mengkoordinir, yaitu ketua paguyubannya,” tuturnya, Kamis (2/3).

Menurut dia, Satpol PP sudah melakukan penertiban terhadap PKL yang melanggar. Namun pasca penertiban, PKL tersebut melakukan audiensi.

“Kami waktu itu bukan lakukan penertiban, tapi merapikan dan dinaikkan ke trotoar, karena para PKL banyak berjualan di bahu jalan, itu mengganggu pengguna jalan. Dinaikkan ke trotoar aja itu juga salah sebenarnya. Tetapi waktu itu saja, tindakan kami masih disalahkan oleh pihak paguyuban,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Nakib, zona yang diperbolehkan para PKL untuk berjualan, yakni di kawasan Stadion Gelora Bangkalan dan daerah Sanggan. “Ya mereka merasa memiliki bekingan, ini kata saya sampai kapan?” ucapnya.

Nakib menambah, pihaknya hampir setiap hari melakukan penertiban. Namun hanya menertibkan banner iklan yang terpasang di pohon.

“Situasinya saat ini ada pihak ketiga, jadi kita tidak bekerja maksimal. Tetapi kalau ada yang sampai kumuh, kami tertibkan,” kata Nakib.

Baca juga:  Peduli Sesama, Sister Fillah Sumenep Gelar Khitanan Massal

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Bangkalan, Muhlis mengatakan, semua PKL siap untuk bekerjasama dengan pemerintah untuk memperindah kota. Namun, pihaknya juga membutuhkan solusi yang tepat dari pemerintah.

“Jangan berhenti pada penertiban. Karena harus ada solusi bagi mereka (PKL, red), karena mereka juga butuh bertahan hidup,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pasca pandemi Covid-19 ekonomi masyarakat belum stabil. Oleh karena itu, jika ada tempat khusus bagi PKL di Bangkalan, pihaknya meminta agar pemerintah tetap melakukan pembinaan kepada para pedagang.

“Jalur poros harus bersih dari PKL, jadi PKL nantinya tercentral dalam satu tempat,” pungkasnya. (RM/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto