Masyarakat Kepulauan Sumenep Madura Menuntut Reformasi Transportasi Laut, Bupati ke Luar Negeri

0
185
Reformasi Transportasi Laut
Demonstran saat melakukan orasi di depan gedung Pemkab Sumenep, Senin 25 November 2019. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Sejumlah organisasi pemuda kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur bersatu melakukan aksi unjuk rasa menuntut Reformasi Transportasi Laut. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memenuhi tuntutannya, Senin (25/11/2019).

Massa terdiri dari Himpunan Mahasiswa Sapeken Sumenep (Himpass), Forum Pemuda Ra’as (FPR) dan Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka). Unjuk rasa berlangsung sejak pukul 09:30 WIB di depan kantor Pemkab Sumenep.

“Hari ini kepulauan termarjinalkan. Pemkab Sumenep pada tahun 2020 mendatang harus revolusi beli kapal baru,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Abdul, dengan nada berteriak.

Pendemo mengklaim, bahwa pendapatan asli daerah (PAD) Sumenep terbanyak bersumber dari wilayah kepulauan. Namun, tuding pendemo, Pemkab Sumenep tidak pernah menyediakan kapal laut yang layak untuk masyarakat kepulauan.

“Pembangunan di kepulauan, mereka katakan akan bangun, nyatanya mana? Tidak ada satupun yang dibangun. Kesehatan, pendidikan, kapal pun tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Busyro Karim dan Wakilnya Ahmad Fauzi tidak bisa menemui demonstran karena dikabarkan sedang bertugas ke luar negeri. Kemudian Asisten Pemkab Sumenep dan Sekretaris Daerah (Sekda) juga belum menemui demonstran.

“Jangan-jangan ini hanyalah politik jelang Pilkada 2020, Pemkab Sumenep safari kepulauan, apa hasilnya? Tidak ada. Malah sekarang Bupatinya jalan-jalan ke luar negeri,” tudingnya.

Untuk diketahui, personil keamanan yang terdiri dari kepolisian dan Satpol PP mengamankan unjuk rasa kali ini.

Hingga berita ini ditanyangkan, demonstran memilih bertahan di luar gedung. Bahkan mereka berencana menduduki gedung Pemkab Sumenep. (MR/MH)