Marbani Dianiaya Tetangga, Tangan Kiri Putus, Polisi: Tersangka dalam Pengejaran

0
315
Marbani
Tangan korban terputus akibat dianiaya menggunakan celurit. (Foto: Humas Polres Sumenep for MI)

maduraindepth.com – Nasib nahas menimpa Marbani (60) warga Dusun Asem, Desa Banra’as, Kepulauan Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Dia menjadi korban penganiayaan yang dilakukan tetangganya sendiri yang bernama Madruki (50) hingga tangan kirinya putus.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/11/2109) malam di kediaman Darso (45).

Dijelaskan, saat itu sekitar pukul 19:09 WIB korban berangkat menuju kediaman Darso yang ada di sebelah utara rumah korban, dengan maksud menyaksikan program televisi (TV) yang tayang pada malam itu. Ketika acara TV sedang jeda iklan, korban tidur. Pada saat korban tidur ini terjadilah tindak pidana penganiayaan berupa pembacokan.

“Pada saat korban sedang tidur sekitar pukul 20:40 WIB, Madruki mendatanginya sambil membawa sebilah celurit,” terang Widiarti, Ahad (3/11).

Celurit itu, lanjut Wiriarti, dipegang dengan tangan sebelah kanan. Kemudian celurit itu digunakan membacok korban.

Pembacokan pun dilakukan beberapa kali ke tubuh korban saat korban tidur. Sayangnya, para saksi Darso, Tabe (40) dan Yuli (25) tidak sempat melerai.

“Madruki dengan sendirinya berhenti melakukan penganiayaan terhadap korban, Marbani,” urainya.

Akibatnya, lengan korban pada bagian tangan kiri putus. “Luka robek pada daun telinga kiri dan luka robek pada kepala bagian atas,” ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian belum bisa memastikan motif dari penganiayaan tersebut. Selain itu, belum diketahui secara jelas pihak korban dan pelaku terjalin hubungan keluarga ataupun tidak.

“Sampai saat ini, motif masih didalami, dan tersangka dalam pengejaran,” singkatnya. (MR/MH)