Lapangan Pekerjaan tak Menampung Pengangguran Bangkalan

0
44
Toko modern di wilayah Kecamatan Galis, Bangkalan.

maduraindepth.com – Lapangan pekerjaan di Bangkalan ternyata tidak menampung pengguran masyarakat setempat. Selain kurang diminati, perusahaan lebih banyak menerima pengangguran luar daerah.

“Seperti toko modern Indomart dan Alfamart, rata-rata karyawannya dari luar. Yang asli dari masyarakat Bangkalan sedikit. Seperti dari Surabaya dan Sidoarjo,” kata Staf Informasi Pasar Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Rumlah.

Padahal, setiap lowongan pekerjaan, pihaknya lebih memprioritaskan kabar itu diterima masyarakat Bangkalan. Sehingga mereka terakses dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Meski demikian, pihaknya belum memahami bahwa tenaga kerja karyawan di toko modern tersebut lebih didominasi masyarakat luar. “Apa memang tidak ada yang mendaftar, kurang paham,” imbuhnya.

Menurut dia, selama tiga tahun terakhir angka pengangguran terus meroket. Di tahun 2016 sebanyak 395 pengangguran, 2017 638pengangguran, dan 2018 tembus 1.237 pengangguran.

Data tersebut merupakan data rekapan pemerintah hasil laporan dari pemerintah desa dan kecamatan. Besar kemungkinan pengangguran melebihi angka yang dirilis pemerintah, seiring banyaknya data yang tidak terekap alias belum masuk.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hosyan Mohammad menuturkan, pengangguran adalah salah satu masalah sosial yang harus diatasi dengan tepat, karena terdapat sangat banyak dampak dari pengangguran.

“Salah satunya akan berdampak pada kehidupan perekonomian dan juga kehidupan masalah sosial masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung dia, harus ada solusi untuk menekan jumlah pengangguran. Menurutnya, secara umum untuk mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan investasi, meningkatkan SDM, pembenahan perangkat hukum dalam bidang ketenagakerjaan.

“Kita akan evaluasi, apa yang harus dibenahi dan dilakukan pemerintah,” pungkasnya. (NR/MI)