Lakukan Pembenahan 100 Hari Kerja, PUDAM Sisir Eksisting di Kota Bahari

PDAM Sampang
Petugas PUDAM Trunojoyo, saat melakukan pengangkatan Get Valve di seputaran Wilayah Monumen Sampang. (FOTO : Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Tim teknis Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Trunojoyo menemukan beberapa jaringan dan Get Valve bermasalah yang menjadi penyebab kebocoran. Temuan itu usai melakukan penyisiran Eksisting di sejumlah titik di Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang.

Jaringan bermasalah itu diantaranya yang berada di Kampung Kasenih dan Kampung Bajik, Kelurahan Karang Dalam. Selain itu, untuk eksisting yang berada di jalan Bahagia dan jalan Hasyim Asy’ari, sudah mengganti Get Valve dengan yang baru.


“Dari Get Valve 8 In diganti get valve pemasangan 6 In,” ujar Kasubid Perencanaan Pengawasan dan Logistik PDAM Trunojoyo Kabupaten Sampang, Ma’ruf saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (25/1).

Ia mengatakan, dalam manajemen yang baru ini pihaknya memiliki program percepatan pembangunan yang juga merupakan program 100 hari kerja Direktur PUDAM. Dalam hal ini pihaknya tengah melakukan pendataan Eksisting di sejumlah lokasi di seputaran wilayah Kecamatan di Kota Bahari.

“Diantaranya adalah mengganti Get Valve di jalan bahagia dan Jalan Hasyim Asy’ari yang sudah puluhan tahun tidak diganti, tujuannya untuk menambah tekanan,” kata Ma’ruf kepada maduraindepth.com.

Akan tetapi, lanjut Ma’ruf menjelaskan, penyisiran eksisting tidak hanya cukup sampai di situ, dirinya mengaku masih banyak pekerjaan rumah (PR) lainnya yang harus segera di selesaikan. “Eksisting di sepanjang Jalan Hasan Ashari atau di sekitaran monumen Sampang juga akan dilakukan pembenahan,” janjinya.

Baca juga:  Lampu Hias Jembatan Jalan Makboel Sampang Rusak Sejak 2020

Selain itu, Ma”ruf mengaku juga akan melakukan penyisiran bersama semua bidang internal PUDAM di setiap Kelurahan “Yang sudah dilakukan di Kelurahan Karang Dalam, di sana ada eksisteing yang tidak memenuhi standar dan sudah berpuluh-puluh tahun tidak diganti, jadi kami akan menggantinya,” tuturnya.

“Panjang 1000 meter dari Kampung Bajik hingga Kampung Kasenih. Besok kita tes lagi untuk memastikan tekanan air di lokasi itu,” tandasnya.

Ma’ruf juga menjelaskan, sejumlah pipa yang sudah tidak layak digunakan berpotensi menjadi penyebab adanya kebocoran dan hilangnya air. “Bocornya tidak ke atas, bocornya ke bawah, kami akan mengganti pipa saluran air yang menjadi penyebab kehilangan air,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya akan melakukan penyisiran secara meluas. Baik terhadap jaringan maupun pelanggan. Pihaknya mengaku akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan intansi terkait.

“Pelan-pelan akan kami realisasikan, karena pak direktur minta kita lari kencang untuk mendukung programnya-programnya,” katanya.

Dalam penyisiran tersebut pihaknya bersama tim internal PUDAM Trunojoyo akan terus mencari penyabab-penyebab berkurangnya debit air mulai dari pangkal hingga ke ujung. Hal itu dilakukan agar air dapat mengalir dari pangkal ke ujung. (RIF/MH)