Kritik Pendirian RS Lapangan, LKNU Sampang : Tidak Representatif

Rumah Sakit (RS) Lapangan disiapkan Pemkab Sampang sebagai tempat isolasi untuk mengantisipasi membludaknya pasien COVID-19, Jumat (9/7). (Foto: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Pendirian Rumah Sakit Lapangan (RSL) untuk tempat isolasi khusus pasien covid-19 di Sampang menuai kritik. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sampang menilai lapangan wijaya kusuma tidak representatif untuk dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19 dan akan menimbulkan masalah baru.

“Ada bangunan pemerintahan yang lebih representatif untuk dijadikan lokasi isolasi jika memang paparan covid-19 di Sampang semakin melonjak, dibandingkan memakai tenda,” ujar Moh. Hasan Jailani, Ketua LKNU Sampang saat dikonfirmasi, Jumat (9/7) kemarin.


Lebih lanjut, pria yang biasa disapa Mamak ini menegaskan, bahwa ruang tertutup dianggap lebih efektif dan terpusat, sehingga para pasien secara psikologi lebih tenteram serta membantu proses penyembuhan selama isolasi.

“Coba kita bayangin kalau pasien ditaruh di situ, pastinya akan menambah beban psikologi. Banyak orang di jalan melihatnya dan pemandangan hanya rumput saja. Artinya pasien butuh suasana tenang dan segar, kalau ditaruh di lapangan terkesan apa adanya,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah perlu berfikir ulang soal pendirian rumah sakit lapangan itu, karena dianggap akan menimbulkan masalah lain. Tidak tersedianya kamar kecil untuk buang air kecil juga akan membuat kondisi pasien lebih terpuruk.

“Apakah ada jaminan pasien yang berteduh di tenda tidak akan menimbulkan masalah baru. Perlu menyediakan fasilitas pembuangan air kecil dan besar, apalagi kalau siang hari panas kalau malam dingin, khawatir pasien yang ada didalamnya akan menimbulkan penyakit baru,” paparnya.

Baca juga:  Pemkab Sumenep Siapkan Reward Ratusan Juta Rupiah untuk 114 Atlet Berprestasi

Sementara, Sekretaris gugus tugas covid-19 Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiawan mengungkapkan, didirikannya rumah sakit lapangan bertujuan untuk menampung para pasien covid-19 jika nanti lonjakan paparan virus corona di Sampang semakin meningkat.

“Kami tidak mengharapkan itu, semoga rumah sakit lapangan ini tidak jadi digunakan,” jelas pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah ini.

Penyebaran pandemi covid-19 di Sampang, lanjut dia, kian hari semakin meningkat. Hal itulah yang menjadi perhatian serius Pemkab Sampang dalam mengambil tindakan cepat dan tepat.

“Ini tanggung jawab bersama. Dibangunnya rumah sakit lapangan ini dalam rangka mengantisipasi kekhawatiran terjadinya lonjakan paparan covid-19. Jika nanti sudah menurun pastinya tidak digunakan ini,”pungkasnya. (Alim/AW).