Kolaborasi Pentahelix, FPRB Sampang Sukses Tanam 20 Ribu Pohon

Pentahelix FPRB Sampang
Foto bersama Ketua FPRB Sampang Moh. Hasan Jailani dengan banyak unsur di lokasi penanaman 20 ribu bibit pohon di Kecamatan Robatal, Rabu (26/1). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Dengan kolaborasi pentahelix, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang telah sukses menaman 20 ribu bibit pohon yang tersebar di empat kecamatan. Puncaknya, penanaman dilakukan di Kecamatan Robatal dan dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan FPRB Jatim, pada Rabu (26/1).

Ketua FPRB Kabupaten Sampang Moh. Hasan Jailani mengatakan, penanaman 20 ribu bibit pohon itu bukan akhir dari banyak upaya pencegahan akan terjadinya bencana. Menurutnya menjaga alam dan melakukan kampanye kebencanaan di tengah masyarakat perlu dilakukan secara berulang dalam jangka panjang.


Ia menyebut, penanaman ribuan bibit pohon tersebut hanya mitigasi nyata untuk mengurangi risiko bencana. “Jangan berhenti dan puas diri, isu-isu kebencanaan selalu ada, maka FPRB dan stakeholder harus siap siaga mengantisipasi bencana,” kata Tretan Mamak.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPRB Jatim Catur Sudarmanto menganggap, sebanyak 20 ribu lebih bibit pohon yang telah ditanam tersebut, menjadi sinyal baik untuk menggaungkan kembali kecintaan merawat alam dan lingkungan sekitar. “Gerakan ini luar biasa, rencana awal cuman 20 ribu pohon. Tapi setalah didata oleh panitia ternyata ada 23 ribu pohon yang ditanam,” ujarnya.

“Apa yang dilakukan FPRB Sampang tepat sekali, melihat beberapa daerah di Sampang rawan bencana dan perlu antisipasi secara kolektif,” sambungnya.

Baca juga:  Banyak Kasus Belum Terungkap, LPBH NU Sampang Siapkan Sapu Lidi

Ia menegaskan, keterlibatan semua unsur pentahelix dan stakeholder yang ada sangat dibutuhkan dalam penanganan kebencanaan. Terlebih, relawan kebencanaan menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko bencana.

“Unsur pentahelix-nya ada, mulai dari masyarakat hingga pemerintah hadir untuk menjaga dan merawat alam,” pungkasnya.

Respon BPBD Jatim

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Budi Santosa mengapresiasi langkah yang dilakukan FPRB Sampang tersebut. Menurutnya penanaman 20 ribu pohon itu menjadi embrio untuk daerah lainnya di Jatim.

“Ini jadi embrio luar biasa, bagian dari pentahelix dan gotong royong menjaga alam,” kata Budi pada maduraindepth.com.

Budi mengingatkan, kesadaran bersama dalam menanggulangi risiko bencana perlu ditingkatkan. Pasalnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menciptakan budaya yang sadar akan risiko bencana.

“Terus dan terus menjaga alam untuk keselamatan kita,” tutupnya. (Alim/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here