Dekan FEB UTM Tanggapi Soal Kampus Merdeka

Dekan FEB UTM Bangkalan
Universitas Trunojoyo Madura (Foto Suryadi Arfa/MI)

maduraindepth.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Makarim baru saja mengeluarkan lima Permendikbud mengenai landasan penerapan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Dalam praktiknya, Nadiem mengatakan bahwa inovasi dan kreativitas perguruan tinggi sangat penting dalam menjalankan kebijakan Kampus Merdeka.


Bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi: pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, mengajar di sekolah, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, study/proyek independen, dan membangun desa/kuliah kerja nyata tematik.

Senada dengan Kementrian, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) DR. H. Pribanus Wantara, MM mengungkapkan bahwa kampus merdeka itu tujuannya agar mahasiswa memiliki skill atau kemampuan bukan hanya di bidangnya sendiri. Menurutnya mahasiswa pasti memiliki keinginan untuk memiliki kemampuan yang lain.

“Misalnya mahasiswa manajemen ingin menambhakan kemampuan di bidang yang lain seperti di informatika, jadi mahasiswa tersebut bisa mengambil kelas teknik informatika itu untuk menambah. Jadi karena ini kampus merdeka, mereka bisa menambah pengetahuan di luar bidang intinya,” jelasnya, Kamis (18/3).

Selain itu, menurut pria berpeci hitam tersebut selain dalam bentuk kuliah, mahasiswa juga bisa mengambil program magang atau menambah keahlian atau ilmu di prodi, ataupun di kampus yang lain juga dipersilahkan.

Baca juga:  Warga Paninggin, Sumenep Kompak Membuat 'Dhindhing Areh'

Sementara itu, saat ditanya terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dengan adanya kampus merdeka, lelaki yang kerap dipanggil bapak Pribanus itu menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa menawarkan. Dari penawaran itu mahasiswa boleh menerima dan boleh tidak mengikuti apa yang ditawarkan.

“Mahasiswa itu namanya merdeka, jadi boleh mengikuti program yang ditawarkan ataupun memilih program yang mahasiswa minati sendiri,” tandasnya. (SA/MH)