maduraindepth.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di samping Balai Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, sebagai upaya mendorong pola hidup sehat berbasis potensi lokal.
Program yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) itu memanfaatkan lahan seluas sekitar 2 x 50 meter yang sebelumnya tidak produktif. Lahan tersebut kini ditanami berbagai tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional maupun kebutuhan rumah tangga.
Beberapa jenis tanaman yang dibudidayakan di antaranya lempuyang, lengkuas, temu kunci, kunyit putih, sereh, kemangi, beluntas, pepaya jepang, jarak pagar, dan lidah buaya. Seluruh proses, mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah hingga penanaman bibit, dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN.
Penanggung Jawab Program TOGA, Andharu Ramana, mengatakan tanaman yang dipilih relatif mudah dirawat dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Melalui program tersebut, mahasiswa ingin mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya alam di sekitar sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga.
“Kami berharap warga semakin memahami pentingnya tanaman obat sekaligus turut melestarikan pemanfaatannya sebagai bagian dari pengetahuan tradisional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 18 UTM, Ahmad Riyadi, menegaskan bahwa program TOGA merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang.
Menurutnya, keberadaan kebun TOGA dapat menjadi contoh pemanfaatan pekarangan rumah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih hijau, sehat, dan mandiri. Ia berharap kebun tersebut terus dirawat oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.(Arif Coolbreak/MID)














