maduraindepth.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memulai upaya penguatan ekonomi desa melalui pendataan dan pemetaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 7–8 Juli 2026, dengan menyasar seluruh 10 dusun yang ada di desa tersebut.
Pendataan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah produksi maupun tempat usaha milik warga. Agar seluruh wilayah dapat dijangkau secara maksimal, mahasiswa membagi tim menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore.
Selain mengumpulkan data mengenai identitas pelaku usaha dan jenis produk yang dipasarkan, tim KKN juga melakukan inventarisasi legalitas usaha serta memetakan lokasi UMKM menggunakan Google Maps. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat berbasis teknologi.
Penanggung Jawab Program Kerja KKN 18 UTM, Maulidatul Badriyah, mengatakan pemetaan tersebut bertujuan agar produk lokal lebih mudah dikenal masyarakat luas sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di era digital.
“Melalui pemetaan lokasi dan pendataan legalitas usaha, kami berharap UMKM di Desa Waru Timur lebih mudah ditemukan konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujarnya.
Selama proses pendataan, mahasiswa menemukan beragam potensi usaha yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perdagangan hingga industri rumahan. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi berbagai hambatan untuk mengembangkan usahanya.
Koordinator Desa KKN 18 UTM, Ahmad Riyadi, mengungkapkan rendahnya literasi digital menjadi salah satu tantangan utama. Menurutnya, banyak pelaku UMKM belum memanfaatkan media sosial maupun platform digital sebagai sarana pemasaran.
“Hasil observasi kami menunjukkan potensi UMKM di Waru Timur cukup besar. Namun, kemampuan memanfaatkan teknologi untuk promosi dan pemasaran masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Seluruh hasil pendataan nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Waru Timur sebagai bahan penyusunan program pemberdayaan UMKM, percepatan legalitas usaha, serta pengembangan pemasaran digital guna memperkuat perekonomian masyarakat desa.(Arif Coolbreak/MID)














