maduraindepth.com – Tradisi Petik Laut atau Rokat Tasek di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, berlangsung meriah pada Jumat (3/7/2026). Ratusan warga bersama nelayan memadati kawasan pesisir untuk mengikuti tradisi tahunan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang selama ini dinikmati masyarakat nelayan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an dan pemberian santunan kepada 43 anak yatim. Kegiatan sosial tersebut menjadi pembuka acara sekaligus mencerminkan nilai kepedulian dan kebersamaan yang selalu menyertai pelaksanaan Petik Laut di Desa Labuhan.
Setelah doa bersama, prosesi larung sesaji dimulai. Sesaji diarak menuju tengah laut menggunakan perahu utama dan diiringi sekitar 100 perahu nelayan yang berlayar beriringan. Iring-iringan perahu yang memenuhi perairan menjadi pemandangan yang menarik perhatian masyarakat yang memadati bibir pantai.
Kepala Desa Labuhan, Jawahir, mengatakan tradisi Petik Laut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada warga, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
“Petik Laut ini merupakan wujud rasa syukur kami atas segala nikmat yang selama ini diberikan Allah SWT kepada masyarakat Desa Labuhan. Tradisi ini juga menjadi warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus,” ujarnya.
Menurut Jawahir, selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh warga desa.
Ia berharap melalui pelaksanaan Petik Laut tahun ini, kehidupan masyarakat nelayan Desa Labuhan semakin sejahtera, hasil tangkapan terus meningkat, serta para nelayan selalu diberikan keselamatan saat melaut.
“Besar harapan kami masyarakat nelayan Desa Labuhan semakin sejahtera dan selalu mendapat keberkahan dalam mencari rezeki di laut,” tambahnya.
Bagi masyarakat setempat, larung sesaji merupakan puncak sekaligus inti dari pelaksanaan Rokat Tasek yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir di Kabupaten Sampang.
Melalui pelaksanaan Petik Laut 2026, masyarakat Desa Labuhan kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga warisan budaya sekaligus menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (Poer/MH)














