Kisah Pilu Kinaah: Nenek Buta yang Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Tak Bisa Melihat: Nenek Kinaah saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/6). (Dani for MI)

maduraindepth.com – Kinaah (55) duduk di dalam rumahnya, di Dusun Lambenah, Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Rumahnya terbuat dari gedek dan hanya beralas tanah.

Atapnya pun terlihat bocor di sana-sini, sehingga harus hati-hati jika masuk ke dalam rumahnya karena licin. Terutama saat hujan turun.


Puluhan tahun wanita renta ini hidup sebatang kara di gubuknya. Saat maduraindepth.com¬†menemuinya, terlihat tangan nenek renta itu meraba-raba mencari pegangan. “Saya buta sejak usia 12 tahun. Tak bisa melihat sama sekali,” ucap nenek Kinaah dengan suara lirih, Minggu (14/6).

Kinaah tak pernah berkeluarga hingga saat ini, sehingga tak ada suami dan anak yang membantu memapahnya saat berjalan. Apalagi untuk menopang hidup dan mengusir kesepiannya.

“Saya tidak pernah berkeluarga. Mungkin karena saya buta sejak kecil, tidak ada yang mau,” ucapnya.

Sehari-hari, Kinaah berada di rumahnya sambil menunggui saudaranya yang berjualan rujak.

“Saudara saya ini yang setiap hari bantu beri makan, meskipun hasil jualan rujaknya sebulan tidak sampai 150 ribu,” tutur Kinaah.

Bahkan, Kinaah menuturkan dirinya pernah tidak makan selama satu hari lantaran tak memiliki sesuatu yang bisa dimakan.

Meski kondisi hidupnya sangat memprihatinkan, namun Kinaah mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, seperti PKH, BLT dan lainnya.

Baca juga:  Oknum Polisi Pukul Relawan Gusdurian Peduli, Kapolres: Anggota Hanya Menegur

“Tidak pernah ada bantuan. Saya tak bisa melihat dan sudah tua. Tak paham urusan bantuan itu,” tuturnya.

Kini, Kinaah hanya bisa pasrah dan menyerahkan nasibnya kepada Sang Pencipta. Setiap hari dia beribadah dan berdoa kepada Tuhan, meminta keberkahan umur, sembari menunggu pemerintah peka akan nasib kaum duafa. (Cj4/AW)