banner auto

KH Itqon Bushiri: Mimpi Besar NU Sampang Bisa Dirikan Faskes Hingga Rumah Sakit

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Itqon Bushiri saat mengikuti diskusi bersama Azmi Ansyah, Kadinkes Sampang dan lainnya. (FOTO: Agus Wedi/MiD)

maduraindepth.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, KH. Mohammad Itqon Bushiri mengungkapkan mimpi besar NU Sampang, yaitu mendirikan Fasilitas Kesehatan (Faskes) hingga Rumah Sakit. Hal ini disampaikan saat membuka silaturahmi malam membahas pelayanan kesehatan bersama Dinas Kesehatan setempat.

“Sebagai jam’iyah, NU ingin mengawal setiap kebutuhan masyarakat. Bagaimana dalam setiap kesulitan, Nahdlatul Ulama selalu hadir dalam setiap pelayanan, termasuk kesehatan,” jelasnya, Sabtu (17/12) malam.

Disebutkan, PCNU Sampang akan menyegerakan berdirinya fasilitas-fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan. “Karena mimpi kita nanti, kita ingin mendirikan rumah sakit yang mampu menopang seluruh faskes di setiap MWCNU,” tuturnya.

“Semoga kedepan warga Sampang, khususnya warga Nahdliyin tidak takut untuk tetap sehat,” imbuhnya.

Sementara, CEO Medika Digital Nusantara, Azmi Ansyah mendukung program satu abad NU dalam percepatan fasilitas kesehatan. Menurut dia, PCNU dan MWC NU perlu belajar dari bawah untuk naik tingkat. “Artinya, boleh bermimpi membangun rumah sakit, tetapi satu hal yang perlu disepakati adalah perlunya belajar,” ujarnya.

Dijelaskan, belajar memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat berbeda dengan belajar memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Mayoritas warga Nahdliyin memiliki kiai-kiai hebat, tetapi belum banyak mempunyai pemahaman dan kecakapan mengelola faskes.

Maka dari itu, ucap Azmi, perlu diinisiasi bukan untuk membangun rumah sakit, tetapi dimulai dari langkah pertama yaitu fasilitas kesehatan. Harapannya, ketika sudah belajar lebih banyak keanekaragaman keilmuan, pasti dengan mudah akan membangun rumah sakit.

“Inisiasi awal kita sudah melakukan sosialisasi dan berdiskusi antara tim percepatan kesehatan dengan LKNU. Harapannya dengan waktu tidak lama kita sudah mulai untuk persiapan pelaksanaan pembuatan klinik-klinik pratama se- Sampang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan cita-cita di atas, perlu belajar dari langkah satu ke langkah kedua. “Seperti berlari, tetapi sebelum itu kita harus mengikat tali sepatu, barulah setelah itu berlari. Jadi ada proses bersama-sama untuk pembelajaran,” pungkasnya. (AW/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto