Jurnalis Pamekasan Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

56
Kekerasan Jurnalis
Jurnalis Pamekasan saat aksi kecam kekerasan terhadap wartawan. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Puluhan jurnalis di Pamekasan, Madura, Jawa Timur ikut menggelar aksi solidaritas kecam kekerasan terhadap wartawan. Aksi digelar di selatan area Monumen Arek Lancor, Kabupaten Pamekasan, Jumat (19/3).

Aksi dimaksud karena kekerasan terhadap wartawan masih kerap terjadi di sejumlah daerah. Diantaranya, kekerasan yang dilakukan oknum pengawal Menteri Kelautan dan Perikanan Selasa (16/3) kemarin. Dalam aksi massa mendesak pihak polisi untuk segera mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap jurnalis JTV, Andi Nur Cholis (40).


Korlap aksi, Akhmad Syafi’i mengungkapkan, tindakan arogansi yang dilakukan oknum pengawal pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berujung pada dugaan tindak pelecehan dan kekerasan terhadap salah satu jurnalis televisi swasta.

Dia menegaskan, kekerasan dalam bentuk apapun tidak boleh terulang kembali. Terlebih kepada penegak pilar demokrasi keempat di Indonesia.

Kata Syafi’i, siapa saja yang sengaja menghalangi tugas wartawan akan mendapatkan sanksi khusus sesuai aturan yang terkandung dalam undang-undang (UU) nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Kalau dengan sengaja menghalang-halangi tugas wartawan, sanksinya memang telah diatur khusus dalam UU Pers nomor 40 tahun 1999,” ujarnya.

Untuk diketahui, oknum pengawal pribadi Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono itu diduga melakukan perbuatan tidak terpuji kepada salah satu wartawan televisi swasta. Dugaan tindak kekerasan karena dia mendorong dan bahkan nyaris memukul muka wartawan.

Baca juga:  Alokasi Pupuk Bersubsidi di Pamekasan Dipangkas Hingga 50 Persen

Diketahui, wartawan tersebut juga merupakan anggota IJTI Tapal Kuda. Ia mendapat tindakan tak terpuji itu saat menjalani tugas peliputan kunjungan kerja Menteri KKP di lokasi budidaya udang vaname di Desa Kendit, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. (RUK/MH)