Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak, RSUD Smart Pamekasan Gunakan Tenda Darurat

Pamekasan
Tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan. (FOTO: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia berdampak pada tingginya kebutuhan ruang isolasi. Termasuk di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan peta sebaran Satgas Covid-19 Pamekasan, per hari ini, Sabtu (3/7/2021), tercatat sebanyak 1.368 orang positif Covid-19. Rinciannya, isolasi 128 orang, sembuh 1.123 orang, serta meninggal sebanyak 117 orang.


Saat ini, ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan tidak mampu menampung pasien baru. Akibatnya, pihak RS terpaksa menggunakan tenda darurat.

Ketua Satgas Penanganan Pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat menyebutkan, seluruh ruang isolasi pasien Covid-19 saat ini terisi penuh. Lonjakan adanya pasien positif Covid-19 itu diperkirakan terjadi sejak dua minggu yang lalu.

“Sudah dua minggu ini mengalami lonjakan yang luar biasa. Saya kira memang sama dengan yang di Bangkalan, pasien datang tiap hari delapan sampai sepuluh orang dan banyak yang tertahan dan tidak dapat kamar sampai kita buka tenda darurat,” terang dr. Syaiful sapaan akrabnya.

Lanjut dr. Syaiful, pembangunan tenda darurat berfungsi sebagai tempat pemeriksaan pasien baru non Covid-19. Untuk menampung pasien Covid-19 baru, pihaknya memanfaatkan ruang pemeriksaan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) sebagai ruang isolasi.

“Awalnya UGD itu untuk melakukan pemeriksaan awal, tapi karena banyaknya antrean pasien yang tertahan di UGD sekalian kita jadikan ruang rawat isolasi,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Pamekasan Ikut Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Tak hanya itu, dua RS rujukan lainnya seperti RS Waru dan RS M. Noer Pamekasan diakuinya juga mengalami over kapasitas. Makanya, di masing-masing tempat terdapat alternatif baru, salah satunya dengan diadakannya rumah sakit lapangan.

“Rumah sakit lapangan ini nanti arahnya bisa ditempatkan di Islamic Center, namun hal itu adalah wewenang Dinas Kesehatan untuk memfungsikan,” ungkapnya.

dr. Syaiful menghimbau, dengan semakin meningkatnya kasus pasien positif Covid-19, masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan agar nantinya keadaan bisa kembali normal. (RUK/MH)