Jelang HUT RI ke 77, Bakesbangpol Gelar Kopi Panas

Kopi Panas Bakesbangpol Sampang
Suasana Cangkruan Kopi Panas, di Halaman Kantor Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Selasa (9/8) malam. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke – 77, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang menggelar Cangkruan Komitmen dan Implementasi Patriotisme dan Nasionalisme (Kopi Panas), Selasa (9/8) malam.

Dalam hal ini, Bakesbangpol menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kabupaten Sampang dan Jejaring panca Mandala (JPM) Trunojoyo untuk membumikan Pancasila di Kabupaten Sampang.

Diawali di Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Tutur tular dalam membumikan nilai-nilai pancasila di kalangan pelajar dan masyarakat umum, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan menghimbau bahwasanya dalam membangun Pancasila itu perlu dilakukan di semua lapisan masyarakat.

“Seperti kegiatan yang dikemas dengan cangkruan kopi panas di Kelurahan Dalpenang ini,” ucapnya.

Menurutnya, dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu adanya rasa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Baik di setiap pihak dan di lapisan masyarakat.

“Terutama pelajar atau anak muda yang saat ini rentan dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bakesbangpol Sampang, Anang Djoenaedi. Menurutnya, nilai patriotisme dan nasionalisme harus dibangun sejak dini hingga menjadi suatu nilai yang terus melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Jiwa patriotisme dan nasionalisme harus terus ditanamkan, apalagi jelang 17 Agustus sebagai HUT RI ke-77 maka perlu mengamalkan nilai-nilai pancasila,” pesannya.

Sementara itu, Lurah Dalpenang, Kecamatan Sampang, Dwi Budiyatno mengapresiasi kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Bakesbangpol di halaman kantornya. Menurutnya, dalam kegiatan tersebut selain dapat membangun rasa nasionalisme yang tinggi bagi pelajar dan masyarakat. Sehingga kegiatan ini perlu dilanjutkan ke kelurahan yang lain.

“Wawasan kebangsaan sekarang sudah mulai luntur, itulah alasan kami perlunya untuk melibatkan siswa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa,” harapnya. (Alim/RIF/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info