Isu Pasar Tradisional Ditutup Sementara, Abd Hannan : Itu Hoaks

maduraindepth.com – Isu pasar tradisional Srimangunan dan Margalela di Sampang, Madura, ditutup selama 14 hari untuk mencegah penyebaran Covid-19  dipastikan hoaks. Hal itu ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sampang, Abd Hannan, Minggu (22/3).

“Itu hoaks, tidak benar. Kami sudah kroscek stok barang di sejumlah pasar masih mencukupi. Jangan percaya isu yang tidak benar,” tegas Hannan, saat dikonfirmasi maduraindepth.com via sambungan selular.


Untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke pasar, Disperindag sudah melakukan penyemprotan di sejumlah pasar bersama tim satuan tugas (Satgas) pencegahan Covid-19 (Corona) Pemkab Sampang, yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Palang Merah Indonesia (PMI) beberapa waktu lalu.

“Sudah disemprot disinfektan oleh tim satgas. Bahkan kedepan akan disediakan tempat cuci tangan di sejumlah pasar,” jelasnya.

Hannan berpesan kepada semua masyarakat Sampang agar tidak membuat isu yang tidak benar, apalagi yang dapat meresahkan masyarakat. Karena bisa berujung pada tindak pidana.

“Jangan membuat informasi Hoaks, kalau ketahuan orangnya akan ditindak tegas oleh penegak hukum. Yang dihentikan sementara itu CFD di pasar Margalela, bukan pasarnya,” tegas Hannan.

Karena itu, Hannan mengimbau kepada seluruh pedagang agar tetap menjaga kebersihan, hindari pusat keramaian dan tidak melakukan perjalanan keluar kota untuk sementara waktu. (RIF/AW)