Istri Bupati Sampang : Siapa Bilang Anak Pondok Tidak Bisa Masuk Akpol

Istri bupati sampang
Bupati Sampang Slamet Junaidi bersama istri didampingi putra-putrinya. (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Sekolah di Pondok Pesantren (Ponpes) juga bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Hal ini diungkapkan oleh istri Bupati Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, Ahad (6/12).

Menurutnya, berdasarkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren menjadi landasan hukum afirmasi atas jaminan kesetaraan tingkat mutu lulusan, kemudahan akses bagi lulusan, dan independensi penyelenggaraan Pesantren, serta landasan hukum bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan fasilitasi dalam pengembangan.


“Hal ini ini tertuang dalam Persyaratan Penerimaan Terpadu Taruna/I Akpol T.A. 2019,” kata ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sampang itu pada maduraindepth.com.

Istri Bupati Sampang tersebut menceritakan anaknya yang saat ini telah lulus di Akpol.

“Mu’ammar Khadafi Maulidjidan Junaedy dari SMP-SMA sekolah di pondok, selama enam tahun itu kami sebagai orang tua selalu berjauhan sehingga jarang sekali bertemu, setiap ditanya tentang cita-citanya selalu mengatakan ingin mengabdi pada negara,” ujarnya menceritakan putra keduanya tersebut.

“Alhamdulillah sekarang cita-citanya tercapai. Siapa bilang anak pondok tidak bisa masuk Akpol dan bersaing dengan orang-orang di luar pondok,” tandasnya.

Dikatakannya, putra dan putrinya merupakan anak pondok. Bahkan, saat ini anak pertamanya yang bernama Nurun Nabilla Junaedy bisa masuk perguruan tinggi fakultas kedokteran Airlangga. Meskipun dari SMP-SMA juga belajar di Pondok Pesantren.

Baca juga:  Hari Perempuan Internasional, Mimin Haryati: Perempuan Harus Cerdas dan Shaleha

“Alhamdulillah saat ini mereka sudah bisa membuktikannya,” terangnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah dengan membekali diri kita dengan agama dan ketaatan pada sang pencipta. “Sehingga apa yang tidak mungkin bisa kita lakukan, Allah menjadikannya mungkin,” tuturnya.

Dewan kehormatan Fatayat NU Sampang tersebut menghimbau bagi para pelajar di Kabupaten Sampang, agar tidak berputus asa meskipun belajar di pondok pesantren.

“Buat anak-anakku semua khususnya anak-anak Sampang jangan pernah takut bercita-cita. Apapun keadaan kita belajarlah yang tekun, mintalah kepada Allah dengan beribadah yang tekun. Niscaya bantuan Allah datang dari arah yang tidak terduga,” pesannya.

Wanita kelahiran Gunung Putri Bogor, Jawa Barat tersebut juga berpesan kepada ibu-ibu di Kabupaten Sampang agar sebagai orang tua jangan pernah lelah untuk mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. “Bagi anak-anak Sampang semoga menjadi pelajaran dan cambuk untuk menggapai cita-cita,” tutupnya. (RIF/MH)