maduraindepth.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang kembali menghadapi persoalan serius menyusul hilangnya satu unit mesin hand traktor. Akibat kejadian tersebut, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani sempat tertunda karena menunggu proses laporan kepolisian.
Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono, mengungkapkan bahwa kehilangan aset itu terjadi pada Jum’at, 26 Desember 2025. Namun, laporan resmi baru disampaikan ke Polres Sampang pada Senin, 29 Desember 2025.
“Kami kehilangan satu unit hand traktor dan sudah kami laporkan ke polisi. Saat ini tinggal menunggu laporan polisi (LP). Jika LP sudah keluar, sisa hand traktor akan segera kami distribusikan. Insya Allah hari ini sudah clear karena berkas yang diminta sudah kami penuhi,” ujar Suyono.
Ia mengakui, kejadian tersebut menjadi catatan penting bagi pihaknya. Pasalnya, Disperta-KP Sampang tercatat sudah dua kali mengalami kehilangan aset, meskipun sebelumnya telah dilakukan penguatan sistem pengamanan.
“Setelah kejadian sebelumnya, kami pasang CCTV tambahan dan pagar juga kami perkuat dengan kawat pengaman. Namun faktanya masih terjadi kehilangan. Ini menunjukkan masih ada celah yang harus kami benahi,” jelasnya.
Terkait dugaan pelaku dan detail kronologi kejadian, Suyono menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkapnya.
“Untuk siapa pelakunya dan bagaimana detail kejadiannya, nanti biar kepolisian yang menjelaskan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Disperta-KP Sampang berencana mempercepat proses penyaluran alsintan agar tidak terlalu lama tersimpan di gudang. Selain itu, pengamanan fisik mesin juga akan diperketat.
“Ke depan, mesin yang sudah dirakit dan siap salur tidak hanya dibaut, tetapi juga akan kami las. Jadi jika ada yang mencoba mengambil, harus memotongnya menggunakan mesin gerinda,” tegas Suyono.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan awal sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci.
“Masih kami kroscek ke unit yang menangani. Jika sudah ada informasi lanjutan, akan kami sampaikan,” ujarnya singkat.(Poer/MH)














