banner 728x90

Dunia Melirik Aeng Tongtong: Konjen Australia Terpukau Rahasia Pembuatan Keris Sumenep

Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Glen Askew saat mencoba menempa baja bahan pembuat keris. (Foto: Arif Coolbreak/MID)

maduraindepth.com – Desa Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep, menarik perhatian dunia. Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, mengunjungi sentra pembuatan keris di desa tersebut, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan itu menegaskan posisi keris Sumenep sebagai warisan budaya yang memiliki daya tarik internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Askew menyaksikan langsung proses penempaan bilah keris yang masih dilakukan secara tradisional oleh para empu.

Ia bahkan mencoba salah satu tahapan penempaan, menyentuh langsung proses yang selama berabad-abad menjadi inti peradaban keris di Madura.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mengatakan ketertarikan diplomat asing menjadi pengingat pentingnya pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Menurut dia, keris bukan sekadar artefak, melainkan identitas yang harus dijaga melalui regenerasi empu dan dukungan nyata terhadap para perajin.

“Budaya keris adalah identitas. Kehadiran Konjen Australia ini harus menjadi semangat bagi kita untuk tidak hanya bangga secara seremoni, tapi benar-benar serius dalam pelestarian,” ujarnya.

Namun, di balik sanjungan internasional, tantangan besar tetap membayangi. Pengakuan UNESCO atas Aeng Tongtong menuntut konsistensi dalam regenerasi empu dan kesejahteraan pengrajin.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sumenep, Faruk Hanafi, menilai kunjungan tersebut sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan.

Ia menyebut momentum ini berpotensi membuka kerja sama konkret di bidang pariwisata dan pertukaran budaya antara Sumenep dan Australia.

Baca juga:  Pengacara Jurnalis Nurhadi Anggap Ngawur Pernyataan Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa

“Kunjungan ini strategis. Ini adalah diplomasi kebudayaan yang bisa berujung pada kerja sama pariwisata konkret antara Sumenep dan Australia,” jelas Faruk.

Sebagai penutup kunjungan, Askew menerima cendera mata berupa keris khas Sumenep.

Pemberian ini bukan sekadar souvenir, melainkan simbol harapan agar hubungan bilateral tidak hanya terjalin di atas kertas formal, tetapi juga meresap melalui apresiasi budaya yang mendalam.

Pemerintah daerah berharap, interaksi lintas budaya ini tidak berhenti pada simbol, melainkan berkembang menjadi kerja sama yang memperkuat posisi Aeng Tongtong sebagai pusat warisan budaya dunia dari Madura. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *