Dua Paket Pelebaran Jalan di Sampang Diproyeksikan Selesai Tahun Ini

56
Proyek ruas jalan provinsi di Sampang
Ruas jalan Sampang-Ketapang. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur di Kota Bahri. Dana tersebut dialokasikan untuk dua paket pengerjaan pelebaran jalan akses Sampang – Ketapang dan Sampang – Omben.

“Terdapat dua lokasi, ada dana DAK masuk jalan provinsi rekonstruksi dan pelebaran, terdiri dari dua paket. Di Sampang sampai Omben dan Sampang sampai Ketapang sendiri,” ucap Kepala UPT Pembantu PU Bina Marga wilayah Sampang Mohammad Haris, dikonfirmasi Jumat (19/3).


Haris menyampaikan, di Sampang pihaknya hanya sebatas penanggungjawab ruas jalan provinsi saja. Bukan berarti berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Sementara PPK-nya berada di provinsi di bagian pembangunan.

“Kami hanya penanggungjawab ruas jalan provinsi saja,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun maduraindepth.com melalui Laman Penyediaan Secara Elektronik (LPSE), pagu anggaran pelebaran jalan Sampang – Ketapang senilai Rp 27.499.999.560. Tender ini dimenangkan oleh PT. Trisna Karya.

Sementara pagu untuk Sampang – Omben senilai Rp 11.000.036.040. Proyek ini dimenangkan oleh PT. Rukun Jaya Madura Group.

Haris mengkonfirmasi, kegiatan itu tidak menyasar sepanjang ruas jalan yang ada. Namun hanya sebatas jalan efektif di beberapa kilometer saja.

“Lokasinya dari Kota Sampang sampai DKM 10, sedangkan di Omben sampai di pertigaan. Kalau Sampang-Ketapang masih ada dari kilometer 23. Jalan di Ketapang yang masih belum selesai, insya Alloh bisa dilakukan bulan depan dengan dana PEN,” ucapnya.

Baca juga:  Menjadi Pengedar Sabu, Warga Pangarengan Dibekuk Satreskoba Polres Sampang

Kendati demikian, di luar kedua paket tersebut, pihaknya menyebutkan bahwa PU Bina Marga juga rutin melakukan pemeliharaan sepanjang tahun dengan anggaran yang masuk dalam skala prioritas.

“Pastinya yang kena paket sudah masuk dalam lelang, intinya tidak boleh rutin khawatir nanti bisa overlap dengan dana kena paket,” jelasnya.

Menurutnya, untuk yang masuk lokasi paket hanya dilakukan normalisasi saja serta sifatnya sementara. Karena pihaknya menganggap hal tersebut akan masuk dalam proses pengerjaan paket proyek.

“Seperti di daerah Kilometer 7, 8, 9 memang masuk lokasi paket, sifatnya hanya sebatas menormalisasi saja, hal itu sudah ditangani paket,” pungkasnya. (Alim/MH)