Dibenak Panglima TNI, Madura Berpakaian Hitam-putih dan Berkumis Tebal

0
105
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyapa masyarakat Pamekasan pada acara silaturrahim di Pendapa Ronggo Sukowati.

maduraindepth.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan rasa penasarannya kepada orang Madura. Bahkan, orang luar pernah membayangkan bahwa Madura diidentik dengan sebuah busana pakaian hitam-putih. Tidak kalah menariknya, orang Madura juga berkumis tebal.

“Ketika orang luar membayangkan dan akan masuk ke pulau Madura yang mereka bayangkan adalah udeng merah, baju hitam, kaos hitam putih dan celana hitam dan kumisnya ngeceplak. Sekarang saya lihat sudah tidak ada yang pakek kumis,” kata Marsekal Hadi ketika baru berdiri di podium saat mengisi sambutan acara silaturrahim TNI-Polri dengan tokoh masyarakat Pamekasan di Pendapa Ronggo Sukowati pada Senin (1/4/2019).

Marsekal melihat raut wajah Bupati Baddrut tak tampak berkumis. Sementara dirinya berkumis. Bahkan kumisnya seperti orang Madura. Marsekal memantaskan diri dengan kumisnya yang seperti orang Madura.

“Tapi sekarang sudah tidak lagi yang pakek kumis, Pak Bupati saja sudah tidak berkumis. Jadi menurut saya sebetulnya, orang Madura itu seasli-aslinya iya saya. Coba saya dikasih udeng merah kaos merah putih, pasti banyak yang percaya,” ujar Marsekal.

Pria kelahiran Malang itu beralasan datang ke Madura khususnya ke Pamekasan. Ia pamit kepada masyarakat, bahwa diantaranya akademi militer yang bakal dilantik pada bulan Juni-Juli, adalah masyarakat dari Pamekasan.

“Saya sengaja datang ke Pamekasan untuk mengantar anak-anak saya yang sedang melaksanakan pendidikan di akademi militer, yang insyaallah antara bulan Juni dan Juli, mereka bakal dilantik,” pamit Marsekal.

Persyaratan untuk dilantik, satu diantaranya pihaknya harus mengetahui langsung potensi dan kekayaan daerah asal para korp marinir itu. Prospek pembangunan Pamekasan disanjung Marsekal. Seperti terobosan-terobasan program yang disampaikan Bupati saat menyambut acara.

“Namun untuk memenuhi persyaratan bahwa pernah melakukan latihan yang layak, dengan budaya yang berbeda, kemudian kekayaan alamnya yang begitu banyak, salah satunya adalah masuk di Kabupaten Pamekasan,” tandasnya. (ns/mi)