Di Madura Hanya Sampang dan Sumenep Zona Hijau, Ini Langkah Slamet Junaidi

Peta Sebaran Covid-19 Madura
Peta sebaran Covid-19 di Madura. (sumber data: http://infocovid19.jatimprov.go.id/)

maduraindepth.com – Di tengah perkembangan pandemi Covid-19, Madura hanya tersisa dua kabupaten yang berstatus zona hijau, yakni Sampang dan Sumenep. Sementara dua kabupaten lainnya, Bangkalan dan Pamekasan masuk zona merah setelah ada warga yang terkonfirmasi positif corona.

Per tanggal 12 April 2020 peta penyebaran Covid-19 di Bangkalan menunjukkan jumlah ODP sebanyak 440, PDP tiga dan terkonfirmasi positif corona sebanyak tiga orang. Rincian ODP 338 orang berada dalam pantauan dan 102 orang sudah selesai. Sedangkan PDP dua pasien dalam pengawasan dan satu pasien meninggal dunia. Sementara tiga orang yang terkonfirmasi positif saat ini sedang dalam perawatan medis.


Sementara di Kabupaten Sampang menunjukkan, data ODP sebanyak 281. Rinciannya, 95 orang masih dalam pantauan dan 186 sudah selesai. Sementara data PDP dan terkonfirmasi positif nol kasus.

Kemudian di Pamekasan, jumlah ODP sebanyak 155 orang, PDP dua orang dan terkonfirmasi positif corona sebanyak dua orang. Rincian positif satu orang meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan medis.

Selanjutnya di Sumenep, jumlah ODP sebanyak 123 orang, dengan rincian 35 dalam pantauan dan 88 sudah selesai. Kemudian data PDP dan terkonfirmasi positif corona nol kasus.

Langkah Slamet Junaidi Pertahankan Sampang Berada di Zona Hijau

Bupati Sampang Slamet Junaidi
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi saat turun langsung memberikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. (Foto: RIF/MI)

Pada Sabtu (10/4) kemarin, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak serta Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melakukan video conference dengan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Bupati Sumenep Busyro Karim. Oleh Khofifah, kedua Bupati di Madura itu diminta menceritakan rahasia mempertahankan daerah yang dipimpinnya tersebut tetap berada di zona hijau.

Baca juga:  Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin, Dinsos Sampang Khawatir Anggaran Tak Bisa Cair

Kepada Gubernur Jawa Timur, Slamet Junaidi mengungkapkan kondisi terkini daeranya dalam situasi pandemi ini. H. Idi mengungkapkan, agar Sampang tetap berada dalam zona hijau pihaknya melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan, untuk memutus mata rantai pandemi ini pembentukan Gugus Tugas di Sampang telah sampai hingga tingkat desa. Gugus Tugas tersebut diminta menyediakan masker untuk dibagikan kepada warganya.

Melalui pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM), pihaknya meminta agar warga membuat masker mandiri dari bahan kain dan dilapisi tisu. Masker tersbut nantinya akan dibeli oleh pemerintah dengan anggaran dana desa. Sehingga roda perekonomian di tengah pandemi ini terus berjalan.

“Saya ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhannya ya cukup di Sampang saja,” ucapnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Sampang tersebut juga tak segan turun langsung ke lapangan. Bahkan, saat melakukan video conference dengan Gubernur Jawa Timur, pihaknya sedang berada di lapangan memantau mobilitas warganya hingga ke tingkat desa.

“Mobil kita sedang mogok di tengah hutan karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah Covid-19,” kata Slamet Junaidi pada Khofifah.

Kemudian H. Idi juga menyampaikan, pada Senin (13/4) besok pihaknya akan memanggil kepala Puskesmas se-Kabupaten Sampang, Postu dan Polindes, karena saat ini sudah ada 10 ribu lebih warganya yang sampai di desa-desa untuk diisolasi. Dari pengumpulan para kepala Puskesmas itu, Pemkab ingin agar mereka mendapatkan data riil ODR di Kabupaten Sampang.

Baca juga:  Rapid Tes Antigen Gratis untuk Santri Asal Pamekasan

Para ODR tersebut nantinya akan diminta melakukan isolasi diri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di samping itu, Pemda juga akan hadir untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here