Dengan Berolahraga, Demokrasi Akan Riang Gembira

Pesan Filosofis Caleg PKB Nur Faizin di Hari Tenang

0
48
Caleg PKB Nur Faizin saat bermain futsal dengan pekerja media di Kabupaten Sumenep.

maduraindepth.com – Sebelum hari tenang Pemilu 2019 datang, sepekan terakhir sosok Pemuda kelahiran Sumenep, ujung Timur Pulau Madura ini, telah banyak berbaur dan meninggalkan persoalan pencalonan. Malah dia lebih fokus bertafakur dengan alam.

Seperti prinsip hidupnya, pola hidup sehat menjadi panutan untuk berjuang. Dia adalah Nur Faizin, sosok pemuda yang ikut memeriahkan panggung demokrasi. Pria berkacamata itu, maju sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi dari PKB.

Nama Nur Faizin sudah tidak asing bagi masyarakat Madura. Keluarga dan sahabatnya mengakrabi dengan panggilan ‘Jen’. Sebagai sosok politisi, Jen dikenal lebih banyak berbuat untuk masyarakat. Terlebih menyoal pembangunan dan pemberdayaan. Hal ini jauh berbeda dengan caleg lain yang terkesan lebih banyak ‘Tebar Pesona’.

Nur Faizin sadar, berpolitik tidak cukup hanya persoalan mendapatkan suara. Baginya, mencalonkan diri sebagai caleg adalah pertaruhan moral. Artinya prinsip untuk merangkul semua golongan harus dijalankan tanpa memandang warna.

Usianya yang masih muda, Nur Faizin mudah melebur dengan masyarakat. Bahkan kalangan pemuda tidak merasa terbatasi ketika hendak bergaul. Kebersamaan yang dibangun dilampiaskan melalui olahraga futsal.

Olahraga dalam benaknya merupakan representasi kesehatan jasmani. Manusia butuh sehat. Dengan sehat, hidup terasa lebih bermakna. Penyakit akan sulit menghampiri.

Nur Faizin bermain futsal dengan para pegiat media di Bumi Sumekar. Karena pekerja media dianggap bagian dari tatanan penegakan demokrasi. Sehingga siapapun di dalamnya penting untuk menjaga kebersamaan.

Saat laga berlangsung, Kordinator Wilayah Pendidikan Khusus Dai Ahlissunnah Waljamaah (Densus) 1926 ini, bersama si kulit bundarnya banyak menggiring bola. Dia tepis serangan lawan hingga keberhasilan mencetak gol dia dapatkan.

Pesan filosofisnya, Nur Faizin mengajak semua pihak menciptakan suasana kondusif dan damai menghadapi pemilu. Dalam politik, masyarakat memang dihadapi banyak lawan. Namun setelah pesta demokrasi, semuanya sudah bisa berkawan.

Usai bermain futsal, Jen pun bersama awak media yang tergabung dalam Jurnalist Futsal Club (JFC) beriringan, menerka dan berdiskusi mengenai dinamika politik.

Baginya, bermain futsal bersama media bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim. “Bermain Futsal bersama teman-teman media ini tentu bukan momentum yang biasa. Selain berolahraga untuk menyehatkan tubuh, melalui futsal ini secara pribadi dan atas nama Densus. Kami ingin menjalin silaturrahim dan mempererat kemitraan dengan wartawan,” sekelumat ucapan Staf Ahli Menteri Tenaga Kerja Hani Dzakiri ini, sembari menggiring bola.

Jen melihat, pegiat pers adalah pilar keempat demokrasi. Pekerja pers dilindungi konstitusi. Selain memiliki fungsi kontrol, media juga memiliki tugas menyampaikan pesan kepada masyarakat.

“Bukan maksud untuk menggurui. Namun dengan menyajikan berita informatif, fakta berita akan dibaca cepat oleh masyarakat. Karena menjamurnya media sosial yang berisi konten-konten berita bohong, itu akan mudah mencederai proses demokrasi,” ucapnya.

Selagi petang, hitungan mundur tahapan dan pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal sebentar lagi. Memasuki masa tenang pun, Minggu (14/4/2019), Jen seakan telah siap menggolkan niatnya untuk berjuang. Seperti yang dilakukannya di menit 57, saat dia berhasil membobol gawang lawan.

Diakhir pertandingan Jen tak lupa berpesan, perayaan lima tahunan pemilu akan menentukan anggota legislatif dan presiden-wakil presiden agar disambut riang gembira. Dia berharap gesekan antar kubu pasangan calon dan tim pemenangan tidak sampai terjadi.

“Perbedaan pilihan di Pemilu 2019 jangan dijadikan alasan untuk bermusuhan. Mari jadikan Pemilu sebagai ajang demokrasi yang riang gembira,” pungkasnya. (mr/ns)