Demonstran Ditemui Bupati Setelah Bertahan di Depan Kantor Pemkab Sampang

Demo Pilkades Sampang
Bupati Slamet Junaidi menemui demonstran dari AMS dengan menunjukkan bukti tiket perjalanan dinas dari Jakarta, Rabu (6/10) malam. (FOTO: Tangkapan Layar YouTube/RolisSanjaya)

maduraindepth.com – Demonstran dari Aliansi Masyarakat Sampang (AMS) akhirnya ditemui Bupati Slamet Junaidi pada Rabu (6/10) malam setelah bertahan di depan kantor Pemkab Sampang sejak pagi.

Mereka demo di depan Kantor Bupati Sampang untuk menyampaikan aspirasi penolakan Pilkades yang akan digelar pada 2025 mendatang. Demonstran mendesak kepala daerah untuk mencabut Surat Keputusan (SK) Bupati yang sudah disahkan.


Sekitar pukul 23:00 WIB, Slamet Junaidi menemui demonstran setibanya di Kota Bahari dari Ibu Kota, Jakarta. Terlihat, bupati dengan akrab menemui demonstran yang sebelumnya mengancam akan melakukan aksi mogok makan dan minum jika tidak ditemui.

Kedatangan H. Idi itu disambut hangat dengan suasana damai oleh para demonstran. Tampak orang nomor satu di Kabupaten Sampang itu merangkul Rolis Sanjaya selaku Koordinator Lapangan demonstrasi yang dilakukan AMS.

“Saya baru nyampe dari Jakarta dan langsung ke sini menemui saudara-saudara saya yang ingin menyampaikan aspirasi. Tadi penerbangan jam 15:30 WIB setelah di Bandara pulang ke sini,” ujar Bupati Sampang H Slamet Junaidi di hadapan demonstran.

Politisi Partai NasDem ini menuturkan, dirinya tidak menemui demonstran saat demo berlangsung bukan berarti anti kritik. Tapi karena sedang melaksanakan tugas kedinasan ke luar daerah. Bahkan, ia juga menunjukkan bukti tiket penerbangannya kepada para demonstran.

Baca juga:  Kantor Staf Presiden Apresiasi Langkah Bupati Soal Penyelesaian Syiah Sampang

“Saya siap 24 jam terbuka untuk membangun Sampang kedepan, tidak ada seorang pemimpin takut menemui warganya, tapi kita ingin ada kebersamaan menyatukan persepsi, asal bukan dilatarbelakangi kepentingan tertentu yang tidak produktif,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu Bupati Sampang meminta agar menjadwal ulang agenda untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut serta permasalahan Sampang kedepan.

“Jadi bubar iya, kita agendakan ketemu lagi nanti, tapi bubar ya nanti konotasi jelek ke masyarakat,” pintanya sembari bergegas menaiki mobil.

Korlap Aksi Rolis Sanjaya menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bupati Sampang karena telah menunjukkan itikad baik dari beberapa poin tuntutannya.

Meski tidak terjadi debat argumen mengenai alasan penundaan Pilkades 2025, dirinya pun legowo dengan alasan sudah ditemui langsung oleh bupati.

“Tinggal kita dan teman-teman AMS memikirkan kapan waktu untuk duduk bersama membahas persoalan ini,” kata Rolis.

Perlu diketahui, puluhan massa dari AMS berunjuk rasa sejak Rabu siang menolak Surat Keputusan Bupati Sampang Nomor 188.45/272/KEP/434.013/2021 tertanggal 30 Juni 2021 tentang Pilkades serentak.

Mereka meminta agar mencabut surat keputusan yang telah dikeluarkan. Sebab, kebijakan tersebut dianggap sebagai bentuk pemerintahan otoriter dan merampas hak politik warga. (*)