Demonstran: Bubarkan DPRD Sampang Jika Tidak Tolak Kenaikan BBM

Demo Tolak Harga BBM Bubarkan DPRD Sampang
Demo tolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Sampang, Senin (5/9). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sampang menyatakan akan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan disampaikan Ketua DPRD Fadol di hadapan demonstran yang mengatasnamakan Masyarakat Sampang Bersatu, Senin (5/9).

“Kami sudah terima tuntutan masa aksi, DPRD Sampang meminta dan menolak kenaikan BBM ini dicabut,” ujar Fadol.

Sebagai bentuk pernyataan sikap, Fadol berjanji akan mengirim surat penolakan kenaikan harga BBM ke fraksi-fraksi di DPRD Sampang. “Sesuai permintaan tuntutan pendemo, secara person nanti kami minta anggota DPRD mempublikasikan video terkait penolakan kenaikan BBM,” janjinya.

Namun demikian, Fadol tidak bisa memastikan kapan video pernyataan penolakan oleh DPRD Sampang. Pasalnya saat ini, katanya, para wakil rakyat itu masih dalam masa reses.

“Kita masih belum sepakat karena masih masa reses mulai 1 sampai 7 September 2022, yang jelas kami sudah mengirim surat ke pemerintah pusat, DPR RI dan kementerian terkait menolak kenaikan harga BBM,” terangnya.

Sementara demonstran mendesak DPRD Sampang merilis video penolakan dalam 2 X 24 jam. Jika dalam waktu tersebut tidak ada video yang dipublikasikan, demonstran menganngap wakil rakyat itu sudah tidak pantas lagi menduduki jabatan di parlemen.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Sulhan menegaskan, kenaikan harga BBM ini mempertegas bahwa anggota dewan sudah tidak bisa melindungi dan melayani masyarakat. “DPRD harus menolak dengan tegas di depan masyarakat Sampang. Apabila tuntutan di atas tidak dipenuhi maka bubarkan DPRD Kabupaten Sampang,” pungkasnya. (Alim/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info