Dapat Laporan Pupuk Langka, DPRD Pamekasan Desak Dinas Lakukan Evaluasi

Pupuk Langka
Istimewa.

maduraindepth.com – Anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur mengaku mendapat keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan pupuk.

Dari kejadian itu, dia mendesak Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Pamekasan serta Distan PHP (Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) Pamekasan supaya segera mengevaluasi keluhan masyarakat tersebut.


“Kenyataannya mereka juga tidak dapat bagian karena memang langka,” kata Ali Masykur, Senin (23/11).

Dia mengaku dalam Minggu ini mendapatkan laporan dari masyarakat. Khususnya masyarakat wilayah Pasean, Waru, Pakong dan Pademawu. Bahkan, kelompok tani pun mengaku tidak mendapat bagian pupuk.

“Kelangkaan pupuk ini apakah memang dari hulu ke hilir atau bagaimana dan penyebabnya apa?,” ujarnya mempertanyakan.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, secara moral dirinya memiliki kewajiban untuk meminta penjelasan terhadap dinas-dinas terkait. Seperti Disperindag Pamekasan dan Distan PHP Pamekasan, lantaran pupuk di Pamekasan sangat sulit ditemui dan langka.

Sehingga kedepan, sambung dia, kelangkaan ini tidak terjadi lagi dan tidak menjadi permasalahan baru bagi masyarakat. Khususnya para petani di Kabupaten Pamekasan.

Lebih jauh, anggota Komisi I DPRD Pamekasan ini menjelaskan, kelangkaan pupuk itu diduga karena sebagian jatah pupuk warga Pamekasan dikirim ke salah satu daerah yang berada di Jawa Timur. Dengan alasan, sebagian warga di wilayah Pamekasan tidak memiliki lahan tanam dan mayoritas penduduknya merantau ke luar negeri.

Baca juga:  DPRD: Sejumlah Desa di Pamekasan Berpotensi Menjadi Kelurahan

“Disinyalir bahwa pupuk Pamekasan ini dikirim ke Jember, karena penduduk di wilayah Pantura tidak memiliki lahan tanam, bebatuan dan penduduknya merantau ke luar negeri. Sehingga kios di wilayah tersebut hanya berdiri tegak dan megah,” tutupnya.

Terpisah, Plt Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan, Ajib Abdullah membantah perihal kelangkaan pupuk, baik pupuk nonsubsidi dan bersubsidi. Selama ini, pihaknya tidak pernah mendapat keluhan dari masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Pantura. Bahkan, persediaan pupuk untuk masyarakat Pamekasan di tahun 2020 ini telah terealisasi dengan merata.

“Khususnya masyarakat Pantura yang tergabung dalam kelompok tani sudah mendapat pendistribusian pupuk, kecuali mereka yang tidak terdaftar dalam kelompok tani. Karena sudah ada koordinatornya di Pantura. Sedangkan, pupuk nonsubsidi banyak, jangan khawatir asalkan ada uangnya,” ucap Ajib Abdullah.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Disperindag Pamekasan belum bisa memberikan tanggapan. (RUK/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here