Bursa Calon Ketua AKD Kabupaten Sampang, Muncul 2 Nama Calon Strategis

Ketua AKD Sampang 2022
Ilustrasi. (FOTO: Arief Tirtana/MI)

maduraindepth.com – Menjelang bakal berakhirnya jabatan Kepala Desa (Kades) Gunung Eleh Ahmad Mohtadin di Tahun 2022 sebagai ketua asosiasi kepala desa (AKD) Kabupaten Sampang, muncul dua nama yang terdengar cukup santer sebagai bakal calon Ketua AKD Kabupaten Sampang.

Dua nama itu diantaranya, Kades Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Hoiri dan Kades Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun Abdul Rouf Efendi.


Dari kedua nama tersebut, terdapat sebanyak 180 Kades akan melakukan voting di bulan Maret Tahun 2022 dalam melakukan pemilihan Ketua AKD Kabupaten Sampang masa bhakti 2022-2028.

“Masa bhakti AKD hanya 6 tahun, di tahun 2022 ini kami sudah memasuki tahun keenam, pastinya akan dilakukan pemilihan secara voting,” kata Ahmad Mohtadin saat dijumpai di Kantor AKD Kabupaten Sampang, Selasa (19/1).

Kendati demikian, Ahmad berpesan, nantinya pihak desa di Kabupaten Sampang harus bisa mensinergikan program-program yang ada di desa dengan program yang ada di kabupaten.

“Salah satunya termasuk dalam hal kemajuan indeks desa membangun (IDM) desa yang merupakan faktor utama dalam kemajuan desa,” ujarnya.

Selain itu, kata Ahmad menjelaskan, bagian terpenting lainnya adalah bagaimana nantinya pihak desa bisa membuat laporan OMSPAN, yang menyangkut penilaian IDM, dan kondisi desa saat ini.

Disamping itu, lanjut Ahmad, juga perlu adanya verifikasi dan falidasi data secara menyeluruh kepada masyarakat. Sehingga pemerintah kabupaten dan desa bisa menentukan dengan IDM desa.

Baca juga:  Pria 30 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Yang paling dominan adalah tingkat kemiskinan. Jadi apabila tingkat kemiskinannya tinggi atau diatas 50 persen, maka desa itu secara otomatis akan menjadi desa tertinggal. Dua hal itulah yang harus segera dilakukan,” tandasnya.

“Realitanya saat ini, di Kabupaten Sampang sudah menjadi desa berkembang dan maju,” sambungnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sampang sedang galak-galaknya untuk membangun desa yang memicu dan memacu ekonomi di masing-masing desa. Dalam hal itu, terang Ahmad, pemerintah daerah telah memprogramkan readymix atau hotmix di setiap desa.

“Hal ini juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Dengan pembangunan-pembangunan ini, secara otomatis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Ahmad menyebutkan, bukti yang paling nampak terdapat di Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung. “Dulu disaat akses terputus antara Desa Palenggiyan dengan Desa Gunung Eleh, tidak ada kendaraan masuk Desa Palenggiyan, namun saat semua infrastruktur dibangun, perekonomian di sana meningkat pesat,” ujarnya.

Ahmad menghimbau, pihak desa juga diminta untuk memperkuat badan usaha milik desa (BUMDes) dengan mempersiapkan kader-kader pemuda desa yang inovatif agar dapat menggali potensi desa

“Yang perlu dikedepankan adalah perangkat desanya, pihak desa harus bisa mempersiapkan perangkat desa yang benar-benar bisa bekerja untuk administrasi desa, sehingga bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat,” pesannya. (RIF/MH)