Buntut Kasus Penemuan Bayi di Pulau Mandangin, Polisi Periksa 4 Saksi

Menggunakan perahu kecil, mayat bayi tiba di Pelabuhan Tanglok dan dibawa ke RSUD Sampang untuk diautopsi, Jum'at (14/8). (AW/MI)

maduraindepth.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Sampang, Madura, Jawa Timur terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat bayi di pinggir pantai Pulau Mandangin. Petugas sudah turun ke TKP untuk menggali informasi.

“Kami sudah turun langsung melakukan pengecekan di lapangan untuk menyelidiki kasus penemuan mayat bayi,” ujar Kapolsek Kota AKP Bambang Sugiyarto, Rabu (19/8).


Bambang mengungkapkan, petugas sedang mencari identitas pelaku pembuang mayat bayi yang ditemukan warga Desa Pulau Mandangin.

Proses penyelidikan, ucap Bambang, dilakukan petugas di lapangan dengan melibatkan perangkat desa, perawat, bidan, dan warga setempat.

“Ada sekitar tiga atau empat saksi yang telah kami minta keterangan pada kasus mayat bayi. Baik dari perangkat desa, bidan dan warga yang menemukan,” terangnya.

“Tentu, kami akan terus mengembangkan hasil penyelidikan sampai menemukan identitas pelaku untuk dilakukan penangkapan,” tambahnya.

Seperti diketahui, warga Pulau Mandangin dikejutkan dengan penemuan mayat bayi perempuan dengan tali pusar melekat pada Jum’at (14/8) sekitar pukul 06.00 WIB.

Bayi malang itu ditemukan mengapung  tanpa sehelai kain sekitar 2 meter dari tangkis laut yang berada di Dusun Kramat, Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang. (AW)