Begini Keterangan Kades Soal Angin Puting Beliung di Kalianget

Angin Puting Beliung Sumenep
Sejumlah warga bersama petugas berada di lokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Sabtu (3/4). (FOTO: Badri Stiawan/MI)

maduraindepth.com – Bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Desa Karanganyar dan Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep merusak sejumlah bangunan. Bahkan, tiga orang mengalami luka-luka akibat kejadian yang terjadi, Senin (3/4) siang itu.

Kepala Desa (Kades) Karanganyar Suharto Hadi menerangkan, pusaran angin datang dari arah Barat Daya. Semula, pusaran angin masih berukuran kecil. Namun beberapa saat kemudian semakin membesar.


Tonton video: Puting Beliung di Sumenep Kerugian Capai Rp 220 Juta

“Angin puting beliung berdurasi sekitar 30 menit,” ujarnya singkat sembari memberitahu jika masih berada di lokasi kejadian membantu warga.

Sementara itu, Kades Pinggir Papas Abdul Hayat memaparkan, wilayah tersebut memang kerap terjadi bencana angin puting beliung. Sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat terus waspada. Terlebih pada musim penghujan.

Berita terkait: Angin Puting Beliung Porak-porandakan Dua Desa di Kalianget, Tiga Korban Alami Luka

“Desa Karanganyar, Pinggir Papas dan Kertasada ini sudah jadi langganan (Angin puting beliung, Red),” ucapnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta pemerintah terkait khususnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk aktif memberikan peringatan dini. Terutama mengenai potensi angin puting beliung.

“Sehingga warga bisa bersiap menghadapi ancaman bencana itu,” pungkasnya. (BAD)